catrawarta.com — Balap liar malam hingga dini hari di berbagai daerah semakin meresahkan. Aksi pembalap dan penonton membahayakan mereka serta pengguna jalan lain. Karena itu, polisi menindak tegas para pelaku balap di di beberapa daerah.
Salah satu operasi dilakukan di Grobogan, Jawa Tengah. Langkah pengamanan pada titik-titik yang kerap menjadi keramaian warga, terutama pada malam Minggu yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.
Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani seperti disampaikan dalam korlantas.polri.go.id, mengungkapkan patroli dan pengamanan malam Minggu rutin guna mencegah berbagai potensi gangguan ketertiban masyarakat, utamanya di jalan raya.
Ia menjelaskan, pada Sabtu malam Minggu biasanya mobilitas masyarakat meningkat. Polisi hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran maupun gangguan ketertiban masyarakat.
”Kami melakukan patroli dialogis, pemantauan arus lalu lintas, serta memberikan imbauan secara langsung kepada para pengguna jalan agar selalu tertib dan mematuhi aturan berlalu lintas,” tandas Kumala.
Pihaknya juga melakukan pemeriksaan kendaraan yang diduga tidak sesuai ketentuan, terutama penggunaan knalpot yang tidak memenuhi spesifikasi teknis atau yang biasa dikenal dengan knalpot brong. Ia sekaligus mengingatkan agar anak-anak muda tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Razia di Banda Aceh
Razia balap liar juga dilakukan Satlantas Polresta Banda Aceh. Polisi bergerap cepat mendapat laporan dari masyarakat melalui Call Center 110. Mereka menertibkan pelaku balap maupun penonton yang memakai kendaraan tidak memenuhi aturan.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Lantas, Kompol Mawardi menjelaskan mereka menemukan 10 unit sepeda motor bermasalah. Kendaraan itu memakai knalpot brong, tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau tidak sesuai dengan aslinya.
Mawardi menegaskan, sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis harus distandarkan kembali sesuai aslinya. Ia juga mengingatkan anak-anak muda tidak melakukan balap liar atau kumpul kumpul tengah malam karena dapat mengganggu masyarakat.
Selain operasi penertiban, Satlantas Polresta Banda Aceh juga terus menggencarkan program Polisi Saweu Sikula (Polisi Mengunjungi Sekolah/Police Goes To School). Kegiatan tersebut untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan generasi muda, serta menciptakan lingkungan jalan raya yang lebih aman bagi semua pengguna.

Purbaya: Selama Saya Jadi Menkeu, Tak Akan Ada Tax Amnesty! 