catrawarta.com — Kabar warga binaan Lapas Kelas II A Cibinong, Jawa Barat, membuat heboh masyarakat Indonesia. Padahal, itu merupakan sesuatu yang biasa karena semua warga binaan memiiki hak yang sama mendapatkan akses pendidikan.
Menurut Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, bukan hal baru warga binaan bisa meneruskan pendidikan. Mereka yang masih ingin melanjutkan pendidikan bisa belajar dari balik jeruji.
Dikutip dari wartakotalive.com, Rika Aprianti sebagai Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas menjelaskan sesuai aturan dan undang-undang, warga binaan memang berhak mendapatkan pendidikan. Bahkan, mereka yang telah menempuh Pendidikan di luar bisa melanjutkan selama menjalan masa tahanan.
Seperti ramai diberitakan, terpidana sumur hidup Ferdy Sambo melanjutkan pendidikan S2 dari balik lapas. Yang bersangkutan kemungkinan mengambil program studi teologi karena gelarnya magister teologi. Ia dikabarkan juga sering memberi kotbah saat ibadah agama Kristen.
”Hak untuk mendapatkan pendidikan atau melanjutkan pendidikan itu dilindungi oleh undang-undang sebagai bagian dari hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan atau melanjutkan pendidikannya,” jelas Rika dikutip dari wartakotalive.com.
Terpidana Seumur Hidup
Ferdy Sambo merupakan terpidana seumur hidup atas tuduhan pembunuhan berencana anak buahnya. Ia, istrinya dan sejumlah polisi anak buahnya mendapat ganjaran pidana berbeda-beda.
Rika menambahkan, banyak lapas telah bekerja sama dengan lembaga pendidikan agar warga binaan dapat memperoleh akses pendidikan. Ia memberi contoh Lapas Pemuda Tangerang yang sudah menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan.
Warga binaan bisa melakukan pembelajaran di lapas, kebanyakan pembelajaran berlangsung secara daring atau online. Namun demikian, mereka yang bisa melanjutkan pendidikan harus memenuihi persyaratan yang telah ditentukan pihak lapas.
”Jadi bukan hanya tentang Ferdy Sambo tapi juga semua warga binaan,” imbuh Rika masih dari wartakotalive.com.
Ditekankannya, lapas mengutamakan aspek pembinaan kepada warga binaan. Mereka bisa mengembangkan diri melalui berbagai program termasuk pendidikan dan pengembangan potensi.

Cegah Virus Hanta, Kemenkes Pantau Jalur Masuk 