catrawarta.com — Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) di Kompleks Pangakalan Udara Adisucipto Yogyakarta berencana menambah koleksi pesawat. Rencananya koleksi tersebut akan menjadi salah satu ikon, sehingga bakal ditempatkan di bagian depan museum.
Koleksi pesawat yang dimaksud yakni jenis Fokker F-28 yang dulu menjadi pesawat kepresidenan pada era Presiden Soeharto.
Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Kolonel Kal Christian Tri Aryono menjelaskan, Fokker F-28 ini bukan sekadar tambahan koleksi, tetapi menjadi simbol sejarah penerbangan VVIP Indonesia di era Orde Baru. “Pesawat yang akan masuk adalah Fokker F-28. Pesawat kepresidenan pada era Presiden ke-2 RI Soeharto,” jelas Kolonel Kal Christian Tri Aryono.
Menurutnya, pesawat tersebut rencananya ditempatkan di depan. Nantinya pengunjung dapat melihat langsung hingga masuk ke dalam kabin pesawat, sehingga bisa mengedukasi masyarakat tentang pesawat VVIP.
“Sesuai perintah dari KSAU bahwa pesawat itu akan kami tempatkan di depan. Nanti masyarakat bisa melihat langsung masuk ke dalam kabin pesawat. Koleksi pesawat ini akan menjadi salah satu ikon di Muspusdirla,” terangnya.
Christian mengatakan, proses penempatan dan penataan ditargetkan rampung dalam tahun ini. Namun, pastinya kapan, belum dijelaskan.
Saat ini pihak museum memiliki 61 koleksi pesawat dengan 3.000 lebih koleksi lainnya. Selain pesawat tempur, beberapa koleksi yang juga menarik perhatian yaitu Pesawat N250 yang dibuat Presiden ke-3 RI BJ Habibie, pesawat ini mempunyai julukan ‘Gatot Koco’.
Museum Dirgantara Mandala juga mengoleksi pesawat jet buatan Belanda yang dimodifikasi dengan interior eksekutif untuk mendukung kebutuhan perjalanan dinas dalam negeri maupun kawasan Asia Tenggara. Selain digunakan Presiden Soeharto, pesawat ini juga sempat dipakai Presiden B.J. Habibie, Abdurachman Wahid (Gus Dur), hingga Megawati Soekarnoputri untuk berbagai agenda kenegaraan.

PKB Kunjungi Muhammadiyah, Perkuat Politik Keumatan 