Catra Wisata

‘Beras Haji’ Penuhi Kebutuhan Makan Jemaah di Tanah Suci

catrawarta.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tak main-main dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026. Institusi ini...

Menteri Haji dan Umrah RI M Irfan Yusuf (berkopiah) saat memberikan keterangan pers

catrawarta.comKementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI tak main-main dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026. Institusi ini secara resmi memperkenalkan program ‘Beras Haji Nusantara’

Langkah strategis pemerintah ini bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Sedangkan, harga beras yang akan digunakan Dapur Konsumsi Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi sebesar Rp 16.000 per kilogram.

Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di kantor Kemenko Pangan.

“Adapun yang menjadi dasar yaitu harga beras yang digunakan di Thailand dengan kualitas premium, long grain dan pecahan maksimal 5 persen atau 150 SAR/40 kg setara Rp 16.824 per kilogram, kurs 1 SAR = Rp4.486,5,” ujar Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf dalam keterangan persnya Kamis (12/2/2026).

Kesepakatan lainnya, lanjut Menhaj, dapur yang ditunjuk wajib membeli beras dari Indonesia. Hal itu dilakukan agar penyelenggaraan haji 2026 berdampak langsung kepada masyarakat Indonesia. 

Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan jemaah mendapatkan asupan pangan berkualitas sekaligus memberdayakan produk beras dalam negeri di Tanah Suci. Menhaj mengungkapkan, total kebutuhan beras untuk 205.420 orang(terdiri jemaah haji reguler dan petugas) mencapai 2.280 ton. Jumlah ini dihitung berdasarkan frekuensi makan jemaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah dan 6 kali di wilayah Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Setiap Butir Nasi

“Kami ingin memastikan, setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara. Oleh karena itu, kami mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5%,” jelas Irfan.

Selama ini, tambah Menhaj, dapur penyedia layanan di Arab Saudi umumnya menggunakan beras komoditas negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp 16.824 per kg. Melalui program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat menyentuh angka Rp 16.000 per kg saat tiba di dapur penyedia layanan.

Langkah ini menjadi upaya efisiensi dan standardisasi menu jemaah. Menhaj mengungkapkan, dalam komposisi menu yang diberikan, jemaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram setiap kali makan, didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram serta air mineral dan pelengkap lainnya.

Untuk menyukseskan rencana ini, kami segera melakukan beberapa langkah konkret, antara lain membentuk Pokja Beras Haji Nusantara lintas Kementerian/Lembaga dan mewajibkan penggunaan beras Indonesia bagi seluruh dapur penyedia layanan melalui penugasan Kantor Urusan Haji (KUH).

Selanjutnya, Menhaj juga akan berkoordinasi dengan Menko Pangan terkait mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Haji atas persetujuan Presiden serta pembahasan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk pemberian subsidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *