Catra Milenia

Kartu Lebaran, Simbol Perhatian, Kerinduan dan Kasih Sayang dengan Sepenuh Hati

catrawarta.com — Salah satu kenangan yang tak terlupakan bagi kita di masa lampau setiap memasuki Idul Fitri adalah beredarnya kartu-kartu lebaran. Penjualan...

Beraneka rupa kartu lebaran di masa lalu. (Foto Giffari)

catrawarta.comSalah satu kenangan yang tak terlupakan bagi kita di masa lampau setiap memasuki Idul Fitri adalah beredarnya kartu-kartu lebaran. Penjualan kartu lebaran, baik di kantor pos, di toko-toko buku atau di supermarket, bahkan di sepanjang kaki lima bakal melonjak.

Masyarakat dengan leluasa memilih desain-desain yang cocok sesuai selera. Para pembuat kartu lebaran pun seperti ‘berlomba’ menciptakan kartu-kartu lebaran semenarik mungkin, baik dari untaian kata, bentuk huruf, hiasan berwarna-warni maupun lainnya. Semakin bagus kartu lebaran, maka harganya pun bersaing.

Tatkala ada Pak Pos datang ke rumah dan mengantarkan kartu lebaran, maka ada rasa suka cita yang sangat mendalam. Apalagi, bagi orang tua yang mendapatkan kiriman kartu lebaran dari anaknya yang berada di rantau dan tak bisa  mudik, maka kartu lebaran tersebut menjadi ‘obat’ penawar rindu.

Bagi seorang kekasih meski sudah sering bertemu, tetapi pada momen Idul Fitri selalu menantikan datangnya kiriman kartu lebaran yang  indah dan ucapan yang romantis dari sang pujaan hati. Begitulah, saat itu kartu lebaran memang ‘fenomenal’.

Lembaga Perkantoran

Tak hanya secara perorangan, kartu lebaran saat itu juga menjadi semacam ucapan resmi bagi lembaga perkantoran maupun instansi pemerintah. Setiap kantor dipastikan mengirimkan kartu-kartu lebaran ke kantor atau lembaga lain, begitu sebaliknya.

Namun, seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan teknologi, tradisi kartu lebaran perlahan mulai tergeser. Kehadiran pesan singkat, media sosial, hingga aplikasi perpesanan instan membuat ucapan Idul Fitri menjadi serba cepat dan praktis. Hanya dengan sekali klik, pesan maaf dapat terkirim ke banyak orang dalam hitungan detik.

Meski demikian, ada sesuatu yang terasa berbeda. Kehangatan yang dulu terpancar dari goresan tinta di atas kertas, sentuhan pribadi dalam setiap kalimat, serta penantian penuh harap saat menunggu kiriman dari orang tercinta, kini menjadi kenangan yang sulit tergantikan. Kartu lebaran bukan sekadar media ucapan, melainkan simbol perhatian, kerinduan, dan kasih sayang yang dituangkan dengan sepenuh hati.

Kini, kartu-kartu lebaran itu mungkin telah menjadi bagian dari masa lalu. Namun kenangan yang ditinggalkannya tetap hidup di hati, menghadirkan rasa rindu akan kesederhanaan dan keindahan silaturahmi di masa lampau.

Dan mungkin, di tengah kemajuan zaman ini, kita masih bisa menghadirkan kembali makna tersebut, bukan dari medianya, tetapi dari ketulusan dalam menyampaikan maaf dan mempererat hubungan antar sesama. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *