Catra Cendekia

Widiastuti: Kebijakan dan Regulasi Keamanan Pangan Harus Berpijak pada Data Ilmiah

catrawarta.com — Persoalan keamanan dan keaslian pangan kian menghantui masyarakat menyusul maraknya kasus keracunan massal pada program makan gratis hingga peredaran produk...

Dr Widiastuti Setyaningsih.(Sumber: UGM)

catrawarta.comPersoalan keamanan dan keaslian pangan kian menghantui masyarakat menyusul maraknya kasus keracunan massal pada program makan gratis hingga peredaran produk palsu di e-commerce. Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam karena prosedur pengujian laboratorium konvensional selama ini masih membutuhkan waktu berhari-hari untuk mendapatkan hasil akurat.

Merespons tantangan tersebut, Dr Widiastuti Setyaningsih, dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, berhasil mengembangkan metode analisis kimia inovatif. Melalui riset bertajuk Green Analytical Method, ia menciptakan alat deteksi yang mampu mengevaluasi keamanan, keaslian, dan kualitas fungsional pangan hanya dalam hitungan menit bahkan detik.

Widiastuti mengintegrasikan teknik ekstraksi tingkat lanjut seperti ultrasound-assisted dan microwave-assisted extraction yang memangkas penggunaan bahan kimia berbahaya secara signifikan. Pendekatan ramah lingkungan ini terbukti mampu meminimalisir limbah pelarut (solvent) sehingga jauh lebih aman bagi ekosistem dibandingkan metode ekstraksi tradisional.

Revolusi Teknologi Spektroskopi dan UPLC

Peneliti yang akrab disapa Widi ini memanfaatkan metode spektroskopi untuk mempercepat proses kuantifikasi senyawa tanpa harus merusak sampel pangan yang diuji. Selain itu, ia menerapkan teknologi Ultrahigh Performance Liquid Chromatography (UPLC) yang mampu memangkas durasi analisis kromatografi dari 30 menit menjadi hanya 3 menit saja.

Inovasi luar biasa ini tidak hanya mendeteksi senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan seperti anti-diabetes, tetapi juga mampu mengidentifikasi zat berbahaya. Alat ini secara akurat dapat melacak keberadaan mikotoksin, aflatoksin, hingga kandungan NAPZA yang mungkin disalahgunakan atau terkontaminasi dalam produk pangan.

Widi bahkan telah meluncurkan aplikasi berbasis website yang memungkinkan laboratorium di seluruh dunia melakukan kontrol kualitas secara cuma-cuma. Pengguna cukup mengunggah data spektroskopi ke situs tersebut untuk mengetahui kemurnian bubuk kakao, keaslian kopi luwak, hingga asal-usul wilayah jenis makroalga tertentu.

Kontribusi Nyata untuk Pengawasan Pangan Nasional

Berkat konsistensinya mengembangkan metode analisis kimia sejak 2012, Hitachi Global Foundation menganugerahkan Encouragement Award kepada Widiastuti pada pekan lalu. Penghargaan internasional bergengsi ini menjadi bukti pengakuan dunia atas dedikasinya dalam memajukan teknologi pangan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Cakupan riset Widi melampaui bahan mentah karena metodenya terbukti efektif menguji produk olahan final seperti kue kering dan selai. Ia berhasil memetakan kandungan antioksidan resveratol pada produk jadi, membuktikan bahwa teknologi ini siap diadopsi oleh skala industri maupun rumah tangga.

Dosen berprestasi tersebut menaruh harapan besar agar BPOM, Bea Cukai, dan kementerian terkait segera mengadopsi metode ini guna memperkuat sistem pengawasan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa kebijakan dan regulasi keamanan pangan di Indonesia sudah seharusnya berpijak pada data ilmiah yang teruji dan akurat.

Melalui terobosannya Widiastuti bertekad memastikan bahwa hasil risetnya tidak hanya mengendap di dalam laboratorium universitas. Ia ingin teknologi deteksi cepat ini memberikan dampak nyata dalam melindungi kesehatan masyarakat serta menjamin hak konsumen atas pangan yang aman dan asli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *