Catra Cendekia

Pirolisis, Metode Olah Sampah Plastik Menjadi BBM

catrawarta.com — Indonesia darurat sampah plastic! Hampir seluruh daerah di Tanah Air mengalami kesulitan mengolah sampah plastik atau sampah lain yang sulit...

BELAJAR: Tim kampus Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta belajar mengolah sampah dari Rumah Pengolahan Sampah Plastik Pirolisis.(Sumber: usd.ac.id)

catrawarta.comIndonesia darurat sampah plastic! Hampir seluruh daerah di Tanah Air mengalami kesulitan mengolah sampah plastik atau sampah lain yang sulit terurai secara alami. Harusnya, produsen penghasil sampah tersebut ikut bertanggung jawab, namun praktiknya hanya sebagian kecil yang peduli dan bersedia mengolah limbah produksinya.

Ada banyak cara pengolahan sampah plastic salah satunya menggunakan metode pirolisis. Cara ini dianggap cukup baik meskipun memerlukan biaya mahal. Dari cara tersebut, plastic jenis tertentu bisa diolah menjadi BBM meskipun belum seperti BBM yang ada pada SPBU.

Beberapa kampus telah mencoba mempraktikkannya, UGM dan UAD Yogyakarta cukup lama melakukan penelitian tersebut. Mereka juga mencoba membuat BBM dari pengolahan sampah plastik menggunakan metode pirolisis.

Bukan saja kampus yang telah melakukannya, masyarakat pun ada yang mempraktikan metode tersebut. Salah satunya yang baru saja mendapat kunjungan Pusat Studi Lingkungan (PSL) dan Green Team Universitas Sanata Dharma (USD) seperti dikutip dari usd.ac.id.

Saling Tukar Gagasan

Kampus itu menginisasi kunjungan ke Rumah Pengolahan Sampah Plastik Pirolisis yang berlokasi di Cupuwatu II, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Beberapa dosen dan tenaga kependidikan yang tergabung sebagai pengelola dan tenaga ahli PSL sekaligus manajemen Green Team mengikuti kegiatan itu.

Tim USD diterima langsung Manajer Program Rumah Pengolahan Sampah Plastik Pirolisis Cupuwatu, Fransisca Supriyani Wulandari yang juga pendiri Bank Sampah Go Green Cupuwatu.

Pada kunjungan tersebut, mereka saling bertukar gagasan tentang implementasi teknologi pirolisis dalam pengelolaan sampah plastik, terutama yang tidak bernilai jual.

Eko Budi Santoso SJ PhD dari USD mengungkapkan kampus senantiasa berdinamika untuk menggali makna panggilan sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen merawat bumi sebagai rumah bersama. Bukan hanya itu, kampus juga mendampingi generasi muda melalui edukasi, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.

”Kampus USD juga memperkuat kolaborasi kemitraan dalam usaha mendukung program-program lingkungan hidup, terutama untuk mewujudkan ekologi integral,” tandas Eko.

Kolaborasi Kunci Tumbuh Bersama

Fransiska menyambung, kolaborasi menjadi kunci untuk bertumbuh bersama, terutama untuk mengatasi persoalan sampah. Tak bisa berjalan sendirian, perlu kolaborasi kuat banyak pihak karena sampah bukan persoalan sepele.

Ia juga memaparkan sejarah pengelolaan sampah plastik pirolisis di Cupuwatu yang didahului dengan membentuk bank sampah untuk komunitas sekitar. Teknologi pirolisis di sana menggunakan mesin generasi ke enam belas yang secara berkelanjutan dikembangkan Yayasan Get Plastic Indonesia.

Mesinnya berkapasitas 20 kilogram telah dilengkapi dengan panel-panel yang dapat mendukung pengolahan secara optimal. Hal itu mempercepat proses pengolahan sampah plastik.

Mesin tersebut bisa mengolah berbagai jenis material. Hasil olahannya berupa bahan bakar cair yang telah diuji komposisinya. Selain diuji, hasil olahan telah digunakan sebagai bahan bakar kendaraan hingga traktor untuk pertanian. Fransiska juga melakukan demo secara langsung hingga menghasilkan bahan bakar cair.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *