catrawarta.com — Sebanyak 98 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang terdampak bencana Sumatra menerima beasiswa. Kampus melalui Lazismu UMY menyerahkan beasiswa living cost bagi mahasiswa asal Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
”Bantuan merupakan bentuk kepedulian nyata UMY terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah situasi sulit,” ungkap Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan MSi.
Berdasarkan SK UMU, ditetapkan sebanyak 77 mahasiswa sebagai penerima bantuan. Kemudian melalui Direktorat Kemahasiswaan, jumlah tersebut bertambah 21 mahasiswa, sehingga total penerima mencapai 98 mahasiswa.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Mayoritas penerima bantuan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP). Terdapat dua skema bantuan yang diberikan. Pertama, potongan biaya pendidikan semester genap 2025/2026 dengan tiga kategori, 100 persen untuk mahasiswa terdampak berat, 50 persen untuk terdampak sedang, dan 25 persen untuk terdampak ringan.
Rozikan menjelaskan, potongan biaya pendidikan bersumber dari dana UMY dan diberikan langsung melalui sistem pembayaran akademik (KRS), sehingga tidak disalurkan secara tunai.
Selain itu, mahasiswa juga menerima beasiswa living cost sebesar Rp 1.800.000 per semester atau Rp 300.000 per bulan selama enam bulan. Dana living cost berasal dari donasi civitas academica UMY, termasuk dosen, fakultas, mahasiswa, komunitas, himpunan, dan UKM yang menyalurkan zakat serta infak melalui Lazismu UMY.
Kepedulian Sosial dan Inklusi Pendidikan
Wakil Kepala Kantor Lazismu UMY, Dr Wahyu Manuhara Putra menegaskan program tersebut merupakan bagian dari visi UMY yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan komitmen terhadap inklusi pendidikan.
Ketika terjadi bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, paparnya, kampus merasa terpanggil untuk berkontribusi. Bantuan ini memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa tetap berjalan, karena pendidikan adalah jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
”Ujian berupa bencana tidak seharusnya menjadi penghalang mahasiswa untuk menyelesaikan studi. Melalui beasiswa, UMY dan Lazismu berupaya mengurangi beban ekonomi mahasiswa dan keluarganya, sekaligus menjaga keberlangsungan kebutuhan hidup mahasiswa selama enam bulan ke depan,” jelas Wahyu.

Luar Biasa, Indonesia Temukan 51 Spesies Baru Flora dan Fauna 