Catra Cendekia

Jamu, Warisan Leluhur yang Tetap Relevan di Tengah Gaya Hidup Modern

catrawarta.com — Masyarakat Indonesia telah lama mengonsumsi jamu sebagai salah satu sumber pengobatan herbal. Budaya minum jamu bagi masyarakat telah dilakukan secara...

Two young girls sit in a rustic kitchen grinding spices with a large mortar and pestle
Ilustrasi Aktivitas pembuatan jamu tradisional. Sumber: pexels.com

catrawarta.comMasyarakat Indonesia telah lama mengonsumsi jamu sebagai salah satu sumber pengobatan herbal. Budaya minum jamu bagi masyarakat telah dilakukan secara turun temurun. Diperkirakan kebiasaan ini ada sejak abad ke-8 Masehi yang dapat dilihat pada relief di Candi Borobudur maupun manuskrip kuno seperti Serat Centhini dan naskah lontar Usada di Bali. 

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, jamu bukan hanya soal menyembuhkan penyakit. Kata “jamu” dipercaya berasal dari bahasa Jawa Kuno, yakni “djampi” yang berarti penyembuhan dan “oesodo” yang berarti kesehatan. Filosofi ini menempatkan jamu sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan tubuh dan kehidupan secara alami.

Jamu tidak hanya diminum saat sakit, banyak masyarakat mengonsumsinya sebagai bagian dari perawatan tubuh dan penjagaan kebugaran sehari-hari. Tradisi ini juga sarat nilai sosial karena resep-resep jamu diwariskan dari generasi ke generasi, dari nenek kepada ibu, lalu kepada anak-anaknya.

Budaya Sehat Jamu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda UNESCO pada 6 Desember 2023. Budaya ini mencakup pengetahuan, kemahiran, dan adat istiadat meracik serta mengonsumsi jamu untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. 

Popularitas jamu terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika masyarakat mulai lebih sadar pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan memilih produk berbahan alami. 

Generasi muda pun mulai melirik jamu sebagai bagian dari konsep self-care dan gaya hidup sehat. Beberapa brand lokal menghadirkan jamu dalam kemasan modern dengan tampilan lebih estetik dan rasa yang lebih ringan. Ada yang dikemas sebagai ginger shot, minuman herbal botolan, hingga disajikan ala minuman kafe modern. 

Tahun 2023 Fakultas Farmasi UGM menggelar launching Kafe Jamu Acaraki Gama. RSA UGM menyusul kemudian, tahun 2025 di Lobi Selatan, Kedai Jamu Seger Waras hadir dengan aneka produk jamu yang diproduksi langsung oleh Instalasi Gizi RSA UGM.  

Minuman tradisional berbahan rempah-rempah ini kini tak lagi sekadar identik dengan penjual jamu gendong atau ramuan pahit warisan orang tua, namun perlahan berubah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat urban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *