catrawarta.com — catrawarta.com – Untuk lebih memahami tentang senjata keris, Pemerhati Keris Aji Nuswantoro (Pikatan) Kabupaten Temanggung Jawa Tengah bekerja sama dengan Senapati Nusantara mengadakan Pagelaran Nasional Syawalan Pusaka 2026 bertajuk ‘Telusur Jejak Pusaka Mataram Kuno’. Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang nilai budaya keris.
Kepala Dinas Kebudayaan Temanggung, Supriyanto, menyampaikan, pemerintah tidak hanya memfasilitasi tempat, tetapi juga mendukung pendanaan dan pertunjukan seni. “Harapannya kegiatan ini mampu mendorong sektor pariwisata. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Bali, Lombok, hingga Lampung, sehingga Temanggung bisa semakin dikenal luas,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Pagelaran dan pameran keris ini berlangsung selama tiga hari hingga Senin (20/4/2026) ini diisi sejumlah agenda, mulai dari pameran 64 keris dari seluruh Nusantara, talk show untuk pelajar dan kepala desa, hingga lomba menggambar dan mewarnai yang melibatkan ratusan anak. Selain itu, juga digelar lelang pusaka dengan sekitar 100 koleksi yang telah terdaftar.
Pameran Senjata Keris Rutin DIgelar
Ketua panitia, Hariadi Darmawan Santono Pengging, menjelaskan, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun secara bergiliran di berbagai daerah. Tahun ini, Temanggung menjadi tuan rumah dengan partisipasi lebih dari 90 paguyuban yang tergabung dalam Senapati Nusantara.
Sementara itu, Wakil Sekjen Senapati Nusantara, Nurjianto, menegaskan, tujuan utama kegiatan ini mengubah persepsi masyarakat terhadap keris. “Selama ini keris sering dianggap mistis. Padahal, keris adalah karya seni budaya dengan nilai tinggi yang telah diakui dunia,” jelasnya.
Melalui pagelaran ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa, sekaligus tidak melupakan akar tradisi yang menjadi identitas Indonesia.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak generasi muda lebih mengenal, mencintai dan melestarikan keris sebagai warisan budaya bangsa. Bupati menyebut, Keris Indonesia merupakan salah satu warisan budaya takbenda yang telah diakui dunia melalui UNESCO.
Bupati berharap pameran ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi bagi para pecinta tosan aji, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak lebih mengenal budaya luar daripada kekayaan budayanya sendiri.
Sarana Memahami Filosofi Keris
“Jadikan pameran ini sebagai sarana untuk memahami filosofi seperti nilai kesabaran, ketelitian, dan pengabdian. Nikmatilah keindahan karya seni adiluhung ini dengan penuh rasa hormat. Mari kita jaga bersama warisan dunia ini sebagai bagian dari kebanggaan Indonesia,” ujar Agus Setyawan sebagaimana dikutip kedaulatan rakyat.
Ketua Komunitas Pemerhati Keris Antik Nusantara Kabupaten Temanggung, Sri Hariyadi, menjelaskan, pagelaran ini diikuti 146 pebursa dari luar daerah Temanggung dan empat komunitas tosan aji lokal. Peserta terjauh tercatat datang dari wilayah Lampung hingga Lombok.
“Kami juga menggandeng Dinas Pendidikan agar mengimbau anak sekolah untuk menonton pameran ini. Tujuannya mengenalkan bilah pusaka yang ada di nusantara. Karena selama ini masyarakat beranggapan tosan aji adalah barang klenik, barang mistis, magis,” jelasnya.

Pawai dan Tebar Ikan Warnai Aksi Siswa SDN Ungaran 1 di Hari Bumi 