Catra Budaya

Bidang Kebudayaan Paling Tinggi, Danais 2025 Capai 98,12%

catrawarta.com — Pengelolaan Dana Keistimewaan (Danais) tahun anggaran 2025 hingga akhir periode tergolong positif. Dalam realisasi keuangan (serapan) tercatat menyentuh angka 98,12...

Sumber paniradyakaistimewan.jogjaprov.go.id

catrawarta.comPengelolaan Dana Keistimewaan (Danais) tahun anggaran 2025 hingga akhir periode tergolong positif. Dalam realisasi keuangan (serapan) tercatat menyentuh angka 98,12 persen atau setara Rp 981,2 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp 1 triliun. Efektivitas penggunaan anggaran tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antar-lini.

Meski menyisakan saldo sekitar Rp 18,7 juta, secara umum target fisik program kerja melampaui ekspektasi.

“Capaian fisik kumulatif berada di angka 99,33 persen.  Hal itu menunjukkan, hampir seluruh program kerja yang direncanakan telah selesai dikerjakan di lapangan,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) DIY Danang Setiadi.

Dari lima urusan keistimewaan, sektor Kebudayaan  mencatatkan realisasi fisik sebesar 99,88 persen dan realisasi keuangan mencapai 99,01 persen.

Danang Setiadi mengungkapkan, meski secara umum pengelolaan Danais bagus, tapi ia tidak menampik adanya dinamika dalam pelaksanaan di lapangan. Salah satu catatan adalah terdapat pada subkegiatan penyelenggaraan Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogya. 

Karena program itu tidak terserap 100 persen lantaran adanya faktor eksternal berupa pengunduran diri sejumlah calon mahasiswa yang telah terdaftar.  Begitu pula dengan urusan pertanahan dan tata ruang menghadapi tantangan teknis yang lebih kompleks. Di sektor pertanahan, hambatan administratif menjadi isu utama, diantaranya keterlambatan penerbitan Surat Perintah Setor (SPS).

Sedangkan di sektor Tata Ruang, proyek strategis pembangunan Rusunawa Mujamuju di Satuan Ruang Strategis (SRS) Kotagede menjadi perhatian. Pasalnya hingga akhir tahun, progres konstruksi baru mencapai 57 persen. Kondisi geologis lapangan yang tidak stabil menjadi faktor determinan yang memaksa penyesuaian jadwal konstruksi demi keamanan bangunan.

Ditambahkan Danang, meski terdapat beberapa catatan evaluasi. Capaian 98 persen itu menjadi modal kuat bagi Pemda DIY untuk menyusun strategi yang lebih presisi pada tahun anggaran mendatang. 

“Penekanan pada percepatan administrasi pertanahan dan penguatan kapasitas aparat kalurahan. Diprediksi akan menjadi fokus utama guna memastikan Dana Keistimewaan benar-benar memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Yogyakarta,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *