Warta

Tancap Gas Pimpinan Baru, OJK Percepat Reformasi Pasar Modal

catrawarta.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan stakeholder terkait menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia. Reformasi bakal menyeluruh...

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam Dialog Pasar Modal yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2/2026). (Foto: dok OJK)

catrawarta.comOtoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan stakeholder terkait menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia. Reformasi bakal menyeluruh guna memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor melalui delapan rencana aksi.

”Kami bersama dengan Self Regulatory Organization, bersama dengan Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, menyampaikan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms di pasar modal Indonesia sesuai dengan best practices dan memenuhi ekspektasi Global Index Provider,” tandas Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi.

Ia menyampaikan itu dalam Dialog Pasar Modal yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Menurutnya, rencana aksi untuk percepatan reformasi integritas bisa menjadikan pasar modal Indonesia semakin kredibel dan investable, sehingga dapat memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Rencana Aksi Reformasi

Dalam keterangannya, OJK memaparkan klaster pertama adalah kebijakan baru free float, klaster kedua adalah transparansi. Sementara klaster ketiga adalah tata kelola dan enforcement, serta klaster keempat adalah sinergitas.

Rencana aksi pertama, menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen, meningkat dari ketentuan saat ini sebesar 7,5 persen yang dilakukan secara bertahap (stages). Untuk perusahaan yang melakukan IPO baru, dapat langsung ditetapkan 15 persen sedangkan untuk emiten yang sudah lama, akan diberikan waktu transisi.

Hal itu agar ketentuan free float di Indonesia selaras dengan standar global. Peningkatan kebijakan free float akan ditetapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Saat ini sudah terdapat ketentuan peraturan yang dapat menjadi langkah strategis bagi emiten untuk meningkatkan free float, antara lain melalui aksi korporasi seperti right issue, HMETD, non-HMETD, serta ESOP dan EMSOP.

Penguatan Peran Investor

Selanjutnya, bersama pemerintah, OJK dan SRO akan melakukan penguatan peran investor institusi domestik serta perluasan basis investor, baik domestik maupun asing.

Pemerintah telah menyampaikan komitmen dukungan terhadap industri pasar modal melalui penyesuaian berbagai limit investasi, termasuk di sektor asuransi dan dana pensiun, sesuai praktik manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

Berikutnya, transparansi, khususnya transparansi atas ultimate beneficial owner atau UBO. Fredirika menegaskan, OJK akan terus mendorong penguatan transparansi UBO dan keterbukaan afiliasi pemegang saham, guna meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi melalui pengaturan yang tegas berdasarkan best practices internasional.

”OJK akan memerintahkan SRO untuk melakukan penguatan data kepemilikan saham agar lebih granular dan reliable, dengan klasifikasi sub-tipe investor mengacu pada praktik global,” tandas Fredirika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *