catrawarta.com — Tekanan ekonomi global akibat lonjakan harga energi mendorong World Bank menyiapkan dana hingga US$100 miliar untuk membantu negara berkembang. Presiden Bank Dunia, Ajay Banga, menyebut dana tersebut akan difokuskan pada stabilisasi ekonomi dan ketahanan energi.
“Kami ingin memastikan negara-negara berkembang memiliki ruang fiskal untuk bertahan di tengah tekanan global,” ujar Banga dalam konferensi pers internasional, Rabu (15/4).
Kenaikan harga energi dipicu oleh ketegangan geopolitik yang belum mereda, serta gangguan rantai pasok global. Dana Moneter Internasional juga memperingatkan potensi “oil shock” baru yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi dunia. Ekonom senior INDEF, Bhima Yudhistira, menilai dampaknya terhadap Indonesia cukup signifikan.
“Kenaikan harga energi akan langsung berdampak ke subsidi dan inflasi. Ini bisa menekan daya beli masyarakat jika tidak diantisipasi,” katanya.
Namun Bhima menilai, bantuan global juga membuka peluang bagi reformasi kebijakan energi nasional.

Gen Z Mulai Tinggalkan Hustle Culture: “Ini Bukan Malas, Tapi Adaptasi” 