catrawarta.com — Pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Gatut Sunu Wibowo, lembaga antirasuah ini membawa 12 pejabat Pemkab setempat untuk turut diangkut menggunakan bus ke Surabaya. Mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan.
Ke-12 pejabat itu ‘digiring ‘ dari Mapolres Tulungagung, Sabtu (11/4/2026) pagi sekitar pukul 06.33 WIB, dengan pengawalan aparat kepolisian. Sebelumnya, belasan pejabat Pemkab Tulungagung tersebut sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK selama kurang lebih 12 jam sejak, Jumat (10/4) petang bersamaan dengan OTT Bupati Tulungagung.
Adik Kandung Bupati Turut Diperiksa
Berdasarkan informasi, pejabat yang dibawa untuk pemeriksaan lanjutan di antaranya sejumlah kepala bagian, kepala organisasi perangkat daerah, ajudan bupati, serta seorang anggota DPRD Tulungagung.
Sementara itu, beberapa pejabat lain yang turut diperiksa, namun tidak ikut dibawa ke Surabaya telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan awal.
OTT terhadap Bupati Tulungagung dilakukan KPK Jumat (10/4), yang kemudian diikuti pemeriksaan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah setempat. Selain pemeriksaan, penyidik KPK juga melakukan penelusuran di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung.
Hingga saat ini, KPK belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Berikut nama-nama pejabat yang dibawa KPK ke Surabaya, seperti dilansir Antara, yakni Kabag Kesra Makrus Manan, Kabag Pemerintahan Arif Efendi, Kabag Umum Yulius Rama Isworo, Kabag Prokopim Aris Wahyudiono, Kepala Satpol PP Tulungagung Hartono.
Selain itu, juga ada Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto, Kepala BPKAD Tulungagung Dwi Hari, Kepala Bakesbangpol Tulungagung Agus Prijanto, Kepala Dinas PUPR Tulungagung Erwin, Anggota DPRD Tulungagung Jatmiko (adik kandung Gatut Sunu), Ajudan Bupati Tulungagung Dwi Yoga Ambal dan Staf Pemerintahan Oki.

52 Tahun Berkarya, Erros Djarot Hidupkan Kembali ‘Badai Pasti Berlalu’ 