catrawarta.com — Tim SAR gabungan dari berbagai organisasi/instansi berjibaku menyelamatkan korban banjir Demak, Jawa Tengah. Mereka menyisir dari rumah ke rumah warga yang terkena banjir. Begitu ada orang, mereka langsung mengeluarkan dan membawa ke tempat yang aman.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan proses evakuasi telah berjalan lancar dan kondisi lapangan mulai kondusif.
Ia menekankan pentingnya normalisasi sungai secara menyeluruh karena banyaknya hambatan fisik di badan sungai. Persoalannya bukan hanya tanggul jebol, tetapi juga sedimentasi, tanaman di badan sungai, hingga pemukiman di bantaran yang menghambat aliran air.
Dari sisi teknis kewilayahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, mengidentifikasi kunci utama pengendalian banjir ini berada di wilayah tetangga.
Ia merujuk pada Bendung Glapan yang berada di Kabupaten Grobogan sebagai faktor penentu debit air yang masuk ke wilayah Demak. Jika hulu tidak dibenahi, maka hilir akan terus menerima beban air yang berlebih.
Perbaiki Bendung yang Rusak
”Menurut saya, salah satu yang harus diperbaiki secara serius adalah Bendung Glapan di hulunya. Perubahan debit air di hulu berlangsung sangat cepat, sehingga penanganan di hilir tidak akan cukup efektif jika bagian atas tidak dibenahi terlebih dahulu,” papar Akhmad memberikan analisisnya terkait persoalan menahun tersebut.
Bencana mendapat atensi khusus dari tingkat nasional. Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto, yang saat ini tengah menangani dampak gempa di Manado, telah memerintahkan personel BNPB pusat untuk segera merapat ke Demak.
Tim tersebut ditugaskan untuk mendampingi BPBD Jawa Tengah dalam percepatan penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan logistik bagi ribuan pengungsi.
Seperti diberitakan, intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu memicu meluapnya Sungai Tuntang hingga menyebabkan jebolnya tanggul di beberapa titik. Akibatnya, wilayah Kabupaten Demak dan Grobogan, Jawa Tengah, terendam air. Ribuan orang mengungsi ke tempat yang aman.
Jumlah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak terus melonjak. Hingga Sabtu (4/4/2026) pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 2.839 jiwa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tim SAR gabungan membantu evakuasi ke sejumlah lokasi.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak menunjukkan sebaran pengungsi berada di sejumlah titik strategis. Sebanyak 200 jiwa menempati Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko, 500 jiwa di Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere, serta 119 jiwa di Kantor Kecamatan Guntur.
Selain itu, sekitar 400 warga mengungsi di Tanggul Gobang, sementara sisanya tersebar di berbagai balai desa, mushola, madrasah, hingga rumah kerabat.

Lagu-Lagu Koes Plus & Koes Bersaudara Tetap Abadi, Komunitas Koesplusan Tak Lekang Dimakan Zaman 