Catra Budaya

Kenduri Bakdo Ketupat di Delanggu,  Perkuat Kebersamaan Warga

catrawarta.com — Masyarakat di Pedukuhan Kebonsari wilayah Desa Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus melestarikan tradisi Kenduri Bakdo Ketupat yang digelar secara...

Warga membawa tampah atau nampan berisi ketupat untuk didoakan dan kemudian disantap bersama-sama. (Antara)

catrawarta.comMasyarakat di Pedukuhan Kebonsari wilayah Desa Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, terus melestarikan tradisi Kenduri Bakdo Ketupat yang digelar secara turun-temurun usai perayaan Idulfitri. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang sarat makna sosial, spiritual dan kebersamaan.

Pelaksanaan Kenduri Bakdo Ketupat yang berlangsung, Jumat (27/3/2026)  diprakarsai Sanggar Rojolele yang selama ini memberi perhatian pada pelestarian tradisi turun- temurun di desa tersebut.  Warga berkumpul dengan membawa hidangan khas berupa ketupat beserta lauk-pauk untuk kemudian didoakan sebelum dinikmati secara bersama-sama.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong antarwarga. Setiap keluarga turut berpartisipasi dalam menyiapkan makanan, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan saling berbagi di tengah masyarakat.

Spiritual yang Membawa Berkah

Selain itu, kegiatan kenduri juga memiliki nilai spiritual yang kental. Doa bersama yang dipanjatkan diharapkan membawa berkah, keselamatan, serta kesejahteraan bagi seluruh warga. Momentum ini sekaligus menjadi sarana refleksi diri setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Warga setempat meyakini, menjaga tradisi Kenduri Bakdo Ketupat merupakan bagian penting dari identitas budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan keharmonisan antarwarga dapat terus terjaga di tengah perkembangan zaman.

Melalui tradisi ini, masyarakat Delanggu tidak hanya merayakan kebahagiaan setelah Idulfitri, tetapi juga mempererat hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Sanggar Rojolele Delanggu, Eksan Hartanto dalam keterangan persnya menjelaskan,  Kenduri Seni Tradisi Bakdo Kupat 2026 ini, merupakan bagian dari pra-Festival Mbok Sri 2026 yang mengusung tema ‘Seni Bertahan Petani: Tatag Ngupaya, Jejeg Urip

Kenduri ini  dimeriahkan dengan adang kupat massal sebanyak 1.500 ketupat di atas 20 tungku, simbol cethik geni (pemantik api). Rangkaian acara juga meliputi lokakarya pembuatan ketupat, Kirab Ambengan Kupat, Kenduri Bakdo Kupat, serta Halal Bihalal Akbar Warga Padukuhan Kebonsari Delanggu.

“Gotong royong yang juga merupakan ruh Festival Mbok Sri menjadi spirit dasar penyelenggaraan Bakdo Kupat besok itu,” jelas Eksan Hartanto, Ketua Sanggar Rojolele Delanggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *