Warta

Sejumlah Negara Boleh Lewat Selat Hormuz, Iran Tolak Negara Musuh dan Sekutunya

catrawarta.com — Republik Islam Iran memperbolehkan sejumlah negara melintasi Selat Hormuz. Negara tersebut yakni Tiongkok, Rusia, India, Irak, Pakistan, Bangladesh, Thailand dan...

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.(Sumber: instagram abbas araghchi)

catrawarta.comRepublik Islam Iran memperbolehkan sejumlah negara melintasi Selat Hormuz. Negara tersebut yakni Tiongkok, Rusia, India, Irak, Pakistan, Bangladesh, Thailand dan Malaysia. Indonesia belum termasuk yang diperbolehkan sehingga dua kapal yang berada tak jauh dari selat tersebut masih berada di sana.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan hal itu seperti disampaikan antaranews.com. Ia menyebut nama-nama negara yang boleh melintasi tetapi tidak ada nama Indonesia. Hanya beberapa negara saja, belum semua negara yang bisa melewati Selat Hormuz.

Seperti diberitakan, sejak pecah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Selat Hormuz ditutup. Pemerintah Iran resmi menutup selat yang berada di wilayahnya tersebut. Akibatnya, dunia mengalami krisis minyak karena sebanyak 20 persen distribusi minyak melalui Hormuz.

Iran mengancam akan menghancurkan kapal yang melintasi selat tanpa seizinnya. Terbukti, ada beberapa kapal yang menjadi korban. Ancaman itu tak bisa dianggap main-main karena Iran sangat tegas menghadapi Amerika Serikat dan Israel termasuk sekutunya.

Abbas mengatakan telah mengizinkan kapal-kapal dari Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, Bangladesh dan Irak. Ia juga menyebut termasuk negara-negara sahabat tetapi tidak mengatakan negara mana saja. Tidak ada nama Indonesia dalam pernyataannya. Dua negara tambahan yang juga boleh melewati Hormuz yakni Thailand dan Malaysia.

Tak Izinkan Negara Musuh

Di samping itu, Abbas juga menegaskan negaranya tidak mempunyai alasan untuk mengizinkan negara-negara musuh melintasi Selat Hormuz. Ia tidak menyebutkan negara musuh mana saja yang tak boleh melewati Hormuz, yang jelas Amerika Serikat dan Israel saat ini sedang terlibat perang melawan Iran.

Keberadaan Indonesia dalam keanggotaan Board of Peace bisa jadi dianggap bukan lagi sebagai sahabat. Pasalnya, dalam BoP yang mempunya agenda menyelesaikan konflik Israel-Palstina, tidak melibatkan Palestina sebagai korban.

Para pakar hubungan internasional sudah menilai keberadaan Indonesia bakal menyulitkan diplomasi terutama dengan negara-negara yang tidak sejalan dengan BoP. Bahkan, dampak lebih jauh, Indonesia bisa memicu konflik dengan negara pendukung Palestina, termasuk dengan Palestina sendiri.

Sementara itu, Thailand dan Malaysia sukses melakukan lobi dengan Iran sehingga kapal-kapalnya bisa melintasi Selat Hormuz. Pemerintah kedua negara menyampaikan apresiasi pada Pemerintah Iran yang mengizinkan kapal mereka lewat.

Abbas juga mengatakan, akan melakukan pengamanan pada kapal-kapal negara sahabat yang melintasi Hormuz. Ia menjamin kapal-kapal tersebut bakal selamat dan tidak terjadi gangguan apapun. Kapan kapal Indonesia boleh melewati Selat Hormuz?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *