catrawarta.com — Saat ini, proyeksi arus balik yang jumlahnya 3,4 juta tinggal tersisa 36 persen. Karena itu, sepanjang jalan tol masih cukup padat, terutama pada saat mendekati rest area. Pengemudi harus lebih berhati-hati karena mendekati tujuan biasanya ada rasa ingin segera sampai.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho yang terjun langsung meninjau kondisi arus balik libur Lebaran 2026 di ruas Tol Trans Jawa melihat kepadatan masih tampak.
Ia melakukan pengamatan guna memastikan kelancaran pergerakan kendaraan yang mulai memadati jalur menuju arah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam keterangannya, Agus mengungkapkan volume kendaraan di jalan tol masih menunjukkan tren kepadatan yang signifikan. Berdasarkan data evaluasi, terdapat jutaan kendaraan yang belum kembali ke wilayah Jabodetabek dari total proyeksi pemudik tahun ini.
”Proyeksi arus balik yang jumlahnya 3,4 juta sampai saat ini masih tersisa 36 persen. Kami masih akan terus melakukan pemantauan dan antisipasi kepadatan,” ujar Agus.
Manajemen Rekayasa Lalu Lintas
Ia menjelaskan Operasi Ketupat 2026 secara resmi telah berakhir. Namun demikian, Polri menegaskan tidak akan menarik personel begitu saja. Pelayanan keamanan tetap dilanjutkan melalui mekanisme Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) demi menjamin keselamatan para pengendara yang masih berada di perjalanan.
”Operasi Ketupat memang sudah selesai kemudian dilanjutkan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan atau KRYD. Saat ini kami masih memantau sepanjang jalur Trans Jawa mulai dari Brebes hingga Jawa Barat untuk mengatur flow manajemen rekayasa lalu lintas,” paparnya.
Guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi di titik-titik krusial, Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow. Kebijakan tersebut fokus pada KM 162 hingga KM 169 untuk mengatasi perlambatan arus yang dipicu oleh tingginya aktivitas kendaraan di sekitar rest area KM 164.
Lonjakan Volume Kendaraan
Sejalan dengan arahan Kakorlantas, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengatakan penerapan contraflow satu lajur di wilayah hukum Polres Majalengka merupakan langkah situasional. Hal itu sebagai respons atas lonjakan volume kendaraan dari arah timur menuju barat.
”Kami sudah melakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow satu lajur dari KM 169 sampai KM 162 dengan pertimbangan untuk mengurai bangkitan arus dari arah timur ke barat akibat aktivitas di Rest Area KM 166 B,” jelas Faizal.
Selain titik tersebut, kepolisian juga telah menyiapkan skenario cadangan di KM 130 jika indikator volume kendaraan terus meningkat. Kolaborasi dengan pengelola jalan tol terus diperkuat agar prosedur standar operasi (SOP) penanganan kemacetan dapat dijalankan secara cepat dan akurat.
Korlantas memberi imbauan tegas kepada para pemudik agar tidak memaksakan diri berhenti di bahu jalan apabila rest area sudah penuh. Mereka memanfaatkan rest area berikutnya di KM 130, KM 86, hingga KM 42 guna menghindari penumpukan yang membahayakan.

Kenduri Bakdo Ketupat di Delanggu, Perkuat Kebersamaan Warga 