Warta

Pembatasan Media Sosial Minimalkan Risiko Negatif, Tetap Perlu Pendampingan Anak

catrawarta.com — Pembatasan media sosial bagi anak dan remaja di bawah 16 tahun mendapat sambutan positid dari berbagai pihak. Kendati demikian, anak...

Ilustrasi pendampingan anak-anak menggunakan gawai.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comPembatasan media sosial bagi anak dan remaja di bawah 16 tahun mendapat sambutan positid dari berbagai pihak. Kendati demikian, anak dan remaja tetap memerlukan pendampingan ketika menggunakan gawai.

Menurut Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Filosa Gita Sukmono, kebijakan tersebut perlu pengkajian secara cermat agar benar-benar melindungi anak dari dampak negatif dunia digital.

Anak dapat memanfaatkan secara positif teknologi digital sebagai sarana pembelajaran. Mereka juga perlu memperluas cakrawala dan mengenal berbagai perkembangan ilmu dari internet.

”Pembatasan penggunaan media sosial bagi anak dapat menjadi langkah awal untuk meminimalisasi berbagai risiko yang muncul. Anak-anak masih rentan paparan konten yang tidak sesuai usia,” tandas Filosa.

Konten media sosial sangat beragam dan banyak yang tidak sesuai dengan usia anak misalnya kekerasan, asusila, pornografi, perjudian dan lainnya.

Belum Siap Menerima Konten

Ia mengungkapkan, latar belakang munculnya wacana kebijakan tersebut tidak lepas dari meningkatnya berbagai persoalan yang dialami anak dan remaja di ruang digital. Fenomena seperti cyberbullying, penyebaran informasi palsu, hingga ketergantungan terhadap gawai menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak.

Pada usia tertentu, jelasnya, anak belum sepenuhnya siap menghadapi berbagai konten media sosial. Hal ini mendorong pemerintah mempertimbangkan langkah-langkah yang mampu menciptakan ruang digital aman bagi anak-anak dan remaja.

Filosa mengakui media sosial telah membawa perubahan besar terhadap pola interaksi sosial anak. Kehadiran platform digital memungkinkan anak berkomunikasi secara luas dan instan, bahkan dengan orang-orang yang berada jauh dari lingkungan mereka. Hanya saja, penggunaan yang berlebihan justru berpotensi mengurangi kualitas interaksi secara langsung.

Dampaknya, anak-anak menjadi kurang terbiasa berinteraksi secara efektif dalam situasi sosial yang membutuhkan keterampilan komunikasi tatap muka. Ada kecenderungan komunikasi sosial terganggu.

Dampak Negatif Media Sosial

”Dampak negatif yang kerap dialami anak dan remaja akibat penggunaan media sosial seperti cyberbullying atau intimidasi yang dapat berakibat buruk,” tandasnya.

Penggunaan media sosial secara berlebihan juga dapat menimbulkan ketergantungan, gangguan pola tidur hingga menurunnya rasa percaya diri. Mereka melihat dan membandingkan dirinya dengan standar yang muncul di media sosial yang biasanya hanya pamer bukan sesungguhnya.

Filosa menekankan, pembatasan usia penggunaan media sosial dapat menjadi langkah awal untuk memberikan perlindungan kepada anak. Kendati demikian, orangtua atau orang dewasa harus tetap melakukan pendampingan agar kebijakan tersebut efektif dan tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *