catrawarta.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan menanggapi situasi geopolitik global. Lembaga tersebut mendorong Pemerintah Indonesia untuk ikut menciptakan perdamaian sesuai kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tidak ada penyebutan Board of Peace (BoP) dalam pernyataan MUI.
Hal itu tertuang dalam Tausiyah tentang Pentingnya Menjaga Kedaulatan Negara dalam Rangka Mewujudkan Perdamaian Dunia. Tausiyah resmi melalui surat Nomor: Kep-30/DP-MUI/III/2026 dengan tanda tangan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan.
”MUI mencermati dengan penuh keprihatinan perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dipicu oleh serangan militer antara sejumlah negara,” ungkap Anwar dalam suratnya.
Lembaga tersebut melihat potensi terganggunya stabilitas kawasan yang sangat luas. Gangguan stabilitas dapat membawa dampak kemanusiaan, politik dan keamanan global yang berat.
Menghormati Kedaulatan Negara Lain
Tausiyah menegaskan, MUI menghargai dan mendukung komitmen seluruh negara di dunia untuk senantiasa menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara lain. Hal ini sebagai fondasi penting bagi terwujudnya stabilitas dan perdamaian dunia, khususnya di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang semakin kompleks.
”Setiap pihak yang berada dalam situasi konflik hendaknya tetap menjaga prinsip proporsionalitas, melindungi masyarakat sipil, menjaga kehormatan umat, serta menghormati kedaulatan negara lain dan membangun hubungan bertetangga yang baik,” tandas Anwar.
Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban masyarakat sipil serta kerusakan fasilitas publik sebagai dampak meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Teluk Arab. Pihaknya mengimbau dan menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengutamakan dialog dalam penyelesaian konflik.
Kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa
Selanjutnya, MUI mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dan konstruktif dalam diplomasi internasional guna mendorong terciptanya perdamaian yang berkeadilan.
Termasuk memperkuat komitmen masyarakat internasional terhadap prinsip-prinsip multilateralisme serta kepatuhan pada berbagai traktat dan kesepakatan internasional yang disepakati dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
”MUI juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar secara lebih tegas menegakkan prinsip keadilan internasional dan mengambil langkah proporsional terhadap setiap tindakan yang melanggar kedaulatan negara serta mengabaikan kesepakatan internasional,” tandas Anwar mengakhiri tausiyahnya.

Seniman Bukan Sekadar Pengrajin, Saudara! 