Warta

Kesibukan Pasar Tradisional Mulai Terlihat, Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih Wajar

catrawarta.com — Kesibukan pasar tradisional mulai terlihat setelah separuh masa puasa. Para pedagang mengungkapkan biasanya pasar bakal ramai seminggu menjelang Lebaran. Harga-harga...

PEDAGANG: Pedagang mulai sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan pokok mendekati Lebaran. Pengunjung mulai berdatangan dan akan mencapai puncak seminggu hingga sehari menjelang Lebaran.(Sumber: Humas Pemda DIY)

catrawarta.comKesibukan pasar tradisional mulai terlihat setelah separuh masa puasa. Para pedagang mengungkapkan biasanya pasar bakal ramai seminggu menjelang Lebaran. Harga-harga berbagai bahan pangan juga mulai naik tetapi masih dalam kewajaran.

Kondisi tersebut tampak terlihat ketika Tim Pengendalian Inflasi Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (TPID DIY) melakukan pemantauan lapangan di Pasar Sleman. Mereka tidak menemukan hal yang estrem, stok seluruh komoditas pangan masih aman, tidak ada kelangkaan.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY, Eling Priswanto, yang memimpin langsung kegiatan TPID DIY mengungkapkan kondisi di Pasar Sleman. Tampak mendampingi Eling dalam pemantauan, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, dan anggota DPD RI Dapil DIY, RA Yashinta Sekarwangi Mega.

Semua Stok Tersedia Mencukupi

Di Kabupaten Sleman, TPID melakukan pemantauan harga dan stok pangan di dua lokasi. Pertama, di pasar tradisional, yakni pada Pasar Sleman Unit 1 dan 2, Jalan Parasamya Beran, Tridadi, Sleman, dan pasar modern, di Indogrosir Jalan Magelang Km 6.

”Secara umum stok semua tersedia dengan aman, dari cabai, bawang merah, produk-produk pertanian, kemudian daging juga, sudah kita lihat di lapangan, semua tersedia,” ujar Eling.

Mengenai harga, memang ada beberapa komoditi yang naik, tetapi masih dalam rentang yang wajar. Menurutnya kondisi ini wajar meskipun menjelang Lebaran, tidak akan lonjakan kenaikan harga yang drastis.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ayam. Kenaikan yang terjadi, yaitu sekitar Rp 2.000. Eling menganggap wajar karena setiap tahun menjelang Lebaran memang ada kenaikan. Di Sleman, hampir sama dengan empat kabupaten/kota yang lain, rata-rata kenaikan sekitar Rp 2.000.

Sebagian pedagang ada yang menjual daging ayam Rp 39.000 per kiloram, ada yang Rp 41.000 per kilogram. Mereka tidak bisa selalu sama karena tergantung harga dari distributor.

Ada Kenaikan, Ada Pula Penurunan

Eling memaparka, komoditas lain yang juga mengalami fluktuasi taraf wajar namun tetap cenderung stabil, yaitu beras yang mengalami sedikit kenaikan harga sekitar Rp 200 per kilogram, dengan harga jual saat ini Rp 15.000 per kilogram.

Komoditas minyak kemasan pun mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000, namun minyak curah tetap stabil di harga Rp 21.000. Harga gula juga dilaporkan stabil pada Rp 17.000.

”Meski beberapa komoditas mengalami sedikit fluktuasi harga, terdapat pula komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni telur dan cabai rawit,” ujar Eling.

Harga telur di Pasar Sleman menjadi Rp 29.000 dari yang sebelumnya Rp 31.000 per kilogram. Cbai rawit saat ini seharga Rp 85.000 dari yang sebelumnya sempat di angka Rp 110.000 per kilogram. Ia menduga kemungkinan masih ada kenaikan ketika mendekati Lebaran.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Kalau pun ada kenaikan yang signifikan, biasanya pemerintah daerah sudah melakukan beberapa antisipasi, termasuk mengadakan pasar murah di beberapa tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *