catrawarta.com — Peluang mahasiswa dari negeri Kenya menuntut ilmu atau kuliah di kampus-kampus di Indonesia kini semakin terbuka lebar. Apalagi, sejak adanya berbagai skema beasiswa internasional, kesempatan itu semakin banyak.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Tekonologi (Kemdiktisaintek) saat menerima kunjungan, Local Minister dari Department of Education, Mombasa County, Mbwarali Kame, menyebutkan, kerja sama dalam memberikan peluang pendidikan tinggi kepada mahasiswa asing, termasuk Kenya melalui banyak program .
Misalnya, melalui program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Scholarship yang ditujukan bagi mahasiswa asal negara-negara berkembang yang mencakup pendidikan S1, S2 dan S3. “Kita juga ada The Indonesian Aid Scholarship (TIAS). Beasiswa ini dikelola melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI). Fokusnya pada capacity building dan penguatan kerja sama pembangunan. Tentu saja Kenya termasuk negara yang berpotensi menjadi mitra dalam skema ini,” jelas Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib dalam keterangan persnya, Senin (23/2/2026).
Pihaknya, memberikan peluang bagi para mahasiswa Kenya, khususnya yang berasal dari wilayah Mombasa County untuk dapat berkuliah di perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama dalam memberikan peluang pendidikan tinggi kepada mahasiswa asing, termasuk Kenya yang berpotensi menjadi mitra dalam skema beasiswa tersebut.
Kerja Sama Sudah Lama
Najib mengungkapkan, kerja sama dalam bidang pendidikan antara Indonesia dengan Kenya sudah terjalin lama. Meski Kedutaan Besar Kenya di Indonesia baru resmi dibuka tahun 2022, hubungan bilateral Indonesia-Kenya telah terjalin sejak 1979.
Ia menilai perlu dilakukan pengembangan pada bidang studi yang berpotensi untuk dikembangkan, di antaranya bidang studi pertanian, ekonomi, energi dan green development, pendidikan vokasi serta industri, dan manufaktur.
“Kita welcome dengan bentuk kerja sama yang diinginkan delegasi Mombasa. Karena kolaborasi pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia menjadi topik yang penting untuk terus kita dorong dan kita kolaborasikan,” tutur Mukhamad Najib.
Local Minister dari Department of Education, Mombasa County, Mbwarali Kame, mengapresiasi pemerintah Indonesia atas kerja sama ini. Ia menyebut keterbatasan akses pendidikan tinggi di Mombasa menjadi salah satu latar belakang adanya kerja sama ini. Saat ini, di wilayah Mombasa hanya terdapat satu universitas negeri.
“Akses masyarakat ke pendidikan tinggi masih sangat terbatas, karena faktor ekonomi. Banyak yang tidak bisa melanjutkan studi akibat keterbatasan biaya. Kami berkunjung ke Jakarta untuk menyimak praktik baik yang selama ini sudah dilaksanakan. Kami berharap bisa meningkatkan kerja sama dalam hal penguatan kolaborasi pendidikan tinggi dan pengembangan SDM,” ucap Mbwarali Kame, sebagaimana dikutip Antara.
Seperti diketahui, sejak tahun lalu , 17 mahasiswa dari Mombasa dikirim untuk studi di Indonesia. Mereka menjalani pelatihan persiapan kurang lebih 3 bulan untuk adaptasi budaya dan akademik.
Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah mahasiswa Mombasa yang akan menempuh pendidikan di Indonesia.
Kenya adalah negara di Afrika Timur yang merdeka dari Inggris pada 12 Desember 1963 dan menjadi republik pada 1964, dengan Nairobi sebagai ibu kota. Terkenal dengan julukan “Permata Afrika”. Negara ini berbatasan dengan Tanzania, Uganda, Sudan Selatan, Ethiopia dan Somalia.
Wilayah pesisir Kenya (Mombasa) telah menjadi pusat perdagangan Arab dan Portugis sejak abad ke-15. Suku asli Bantu dan Nilotic sudah menetap di wilayah tersebut selama berabad-abad.

Persaingan SEA Games 2027 Sangat Ketat, Indonesia Perlu Persiapan sejak Dini 