Catra Cendekia

Prof Nizar: Tidak Ada Kenikmatan Tanpa Kepayahan

catrawarta.com — Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Prof Dr KH Nizar, MAg, menegaskan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal...

Sarjana lulusan Unsiq diharapkan bisa menghadapi tantangan zaman dan menerapkan ilmu-ilmu Alquran di masyarakat. Foto : Muharno Zarka

catrawarta.comKoordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Prof Dr KH Nizar, MAg, menegaskan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar. Hal itu disampaikannya dalam Wisuda Ke-50 Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jawa Tengah yang digelar di Auditorium Poedjoharjo Kampus II Unsiq, Andongsili, Mojotengah, Wonosobo, Kamis (12/2/2026).

Menurut Prof Nizar, wisuda merupakan momentum bersejarah yang lahir dari perjalanan panjang penuh tantangan, pengorbanan, kesabaran, dan kerja keras. “Tidak ada kenikmatan tanpa kepayahan. Apa yang diraih hari ini adalah buah dari ketekunan dan perjuangan bertahun-tahun,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kelulusan tidak boleh dimaknai sebagai terminal akhir kehidupan. Sebaliknya, gelar akademik merupakan amanah untuk menjaga kemuliaan ilmu dan mengamalkannya di tengah masyarakat. Terlebih, lulusan Unsiq memiliki kekhasan sebagai sarjana yang ditempa untuk mentransformasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan nyata.

“Lulusan Unsiq bukan hanya sarjana, tetapi juga pengemban amanah suci untuk menjaga, mengajarkan, dan menghidupkan Alquran dalam denyut kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya.

Di tengah era disrupsi dan kompetisi global, Prof Nizar menyebut masyarakat sangat menantikan kehadiran cendekiawan muslim yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan Alquran sebagai solusi atas persoalan umat dan kebangsaan. Ia berpesan agar alumni Unsiq memiliki keteguhan prinsip sekaligus kelembutan akhlak.

“Jadilah pribadi yang tegar laksana batu karang, sekaligus sejuk bagaikan mata air yang menebarkan kesejukan ilmu dan akhlak,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, terus belajar, dan tidak lelah memberi manfaat. “Janganlah gelar dan nilai Alquran hanya menjadi hiasan. Jadikan ia cahaya yang membimbing setiap langkah, tercermin dalam etos kerja, integritas, inovasi, dan kontribusi nyata,” pungkasnya.

Pada wisuda ke-50 ini, Unsiq Jateng meluluskan 867 wisudawan, terdiri atas program Pascasarjana (S2) dan Sarjana (S1). Dari jumlah tersebut, 8 wisudawan meraih predikat lulusan terbaik akademik dan 6 wisudawan terbaik tahfidz Alquran 30 juz.

Sementara itu, Rektor Unsiq Jateng Dr H Z Sukawi, MA mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada satu kebaikan. Ia mendorong alumni untuk terus bekerja keras, memiliki banyak keterampilan, serta berorientasi pada kepentingan dunia dan akhirat dalam setiap pengabdian.

Wisuda ke-50 ini juga menjadi penanda penggunaan Auditorium Poedjoharjo Kampus II yang masih dalam tahap penyelesaian. Ketua Yayasan Ilmu-Ilmu Alquran (YPIIQ) Jateng H Heru Irianto, SE, MSi menyebut gedung berkapasitas sekitar 4.000 orang tersebut diproyeksikan menjadi salah satu auditorium kampus terbesar di Jawa Tengah dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan berskala nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *