catrawarta.com — “Nyawiji Ing Ati, Sanadyan Beda Margi “ , itulah tema yang diangkat dalam kegiatan sarat nilai budaya dalam Merti Dusun & Ruwahan (MDR) 2026 di pedukuhan Sorowajan Banguntapan Bantul . Meski, warga masyarakatnya heterogen, namun mereka mampu menyatu. Persaudaraan di wilayah itu tak ada sekat.
Oleh karena itu, ketika diadakan kegiatan MDR, bukan hanya berlangsung semarak, namun mereka juga menunjukkan sikap rukun dan kompak. “Pedukuhan Sorowajan ada 5 RW, terdiri 20 RT, kurang lebih 700 KK, kepanitiaan kali ini dari RW 12 (ada 7 RT) dengan kerja sama yang baik,” ucap Ketua Panitia Faisol Afero di Gedung Serbaguna Sorowajan (GSS).
Mengusung Tema MDR 2026 “Nyawiji Ing Ati, Sanadyan Beda Margi” atau Menyatu dalam Hati, Meskipun Beda Jalan, rangkaian acara berlangsung lancar. Acara diawali kirab dari Lapangan Kecil RT 16 (Gg Semeru) menuju GSS dengan karnaval Bregada Sorowojo.
Kirab Budaya mengantarkan masuknya gunungan ke dalam Balai Pedukuhan disambut Penari Montro berdiri berhadapan dikawal 6 pasukan Bregada.
Setelah semua berkumpul di dalam Gedung serbaguna, dilanjutkan dengan pembacaan doa lintas iman . Setelah itu diteruskan potong tumpeng dan puncaknya rayahan gunungan berupa uba rampe sembako dan keperluan sehari-hari.
Kemudian dengan penuh kebersamaan mereka pun mengakhiri dengan pembagian ambengan berisi nasi dengan lauk pauk lengkap.

Konsolnas 2026, Ruang Inspirasi Wujudkan Pendidikan Bermutu 