catrawarta.com — Car Free Day (CFD) Klaten, Minggu (8/2/2026), dimanfaatkan Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Angkatan 2001 untuk menebarkan pesan kepedulian lingkungan. Dalam rangkaian kegiatan Road to Reuni Perak, para alumni menggelar Pendidikan Lingkungan bagi masyarakat umum, menyasar keluarga dan anak-anak sebagai basis utama pembentukan kesadaran ekologis.
Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00–09.00 WIB tersebut bersifat terbuka dan inklusif. Sekitar 200 warga yang tengah beraktivitas di CFD Klaten terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara ringan dan komunikatif. Anak-anak, orang tua, hingga mahasiswa tampak berbaur mengikuti rangkaian acara.
Pendidikan lingkungan dipilih sebagai tema utama dengan pertimbangan bahwa upaya pelestarian alam harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara kolektif. Para alumni menilai, ruang publik seperti CFD menjadi medium strategis untuk mendekatkan isu lingkungan kepada masyarakat tanpa sekat formalitas.
Salah satu agenda utama adalah pembagian bibit tanaman secara gratis. Setiap bibit disertai penjelasan singkat mengenai fungsi ekologis dan manfaatnya bagi lingkungan. Bibit yang dibagikan meliputi Asam Jawa, Bambu Petung, Malapari, Nyamplung, Pucuk Merah, Timoho, Kayu Kuku, hingga Sukun Papua—tanaman yang memiliki nilai konservasi, fungsi ekologis, serta manfaat jangka panjang bagi keseimbangan lingkungan.
Selain itu, panitia juga mengajak anak-anak dan mahasiswa mengikuti kuis interaktif seputar pengenalan pohon dan satwa di lingkungan sekitar. Suasana edukatif berlangsung dalam balutan keceriaan. Peserta yang aktif mendapatkan souvenir berupa tas anak, kipas, dan tumbler, sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan pesan ramah lingkungan.
Koordinator kegiatan, Anika Wahyu Bintari, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen alumni Fakultas Kehutanan UGM dalam mengimplementasikan nilai-nilai keilmuan kehutanan di tengah masyarakat.
“Pendidikan lingkungan tidak cukup hanya disampaikan di ruang kelas. Kesadaran mencintai dan menjaga alam perlu ditanamkan sejak dini, melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Menurut Anika, kegiatan ini juga menjadi bagian dari refleksi 25 tahun perjalanan Alumni Kehutanan UGM Angkatan 2001. Selain mempererat silaturahmi, para alumni ingin menghadirkan kontribusi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Pendidikan Lingkungan di CFD Klaten, Alumni Fakultas Kehutanan UGM Angkatan 2001 menegaskan bahwa peran rimbawan tidak berhenti di ranah akademik atau profesi semata. Di ruang publik, bersama masyarakat, mereka terus menanam harapan—bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah fondasi penting bagi keberlanjutan kehidupan generasi kini dan mendatang.

Merti Dusun Sorowajan, Nyawiji Ing Ati 