catrawarta.com — Kabupaten Temanggung Jawa Tengah memang ‘gudang’ tradisi yang terus dilestarikan. Salah satunya adalah Jamasan Srobong Gobang (alat untuk merajang tembakau) yang sampai saat ini masih diuri-uri warga di lereng Gunung Sumbing di Desa Tlilir Kecamatan Tlogomulyo ini. Lokasi jamasan tersebut berlangsung di makam Kiai Tlilir yang diyakini merupakan cikal bakal desa tersebut.
Acara yang berlangsung, Jumat (30/1/2026) ini, diikuti warga setempat sekaligus menjadi bagian ‘nyadran’ untuk menyambut bulan ramadhan. Sebelumnya diawali tahlil dan doa yang dipimpin tokoh agama desa. Usai prosesi doa, tiga gunungan hasil bumi yang tersusun rapi dikeluarkan dari kompleks makam.
Seketika, warga berbondong-bondong memperebutkan isi gunungan tersebut. Bagi mereka, hasil bumi yang telah didoakan bukan sekadar panen, melainkan simbol harapan berupa berkah bagi ladang, keluarga dan kehidupan.
Untuk mengikuti acara tersebut, warga yang mayoritas petani itu sejak pagi rela meninggalkan ladang demi mengikuti kirab gobang, yakni alat perajang tembakau yang diarak keliling desa. Prosesi jamasan kemudian digelar di depan kantor desa.
Dengan air kembang, gobang dicuci satu per satu oleh kepala desa, perangkat dan para kepala dusun. Ritual ini dimaknai sebagai usaha membersihkan bukan hanya alat, tetapi juga rasa cemas dan lelah yang menyertai kehidupan petani.
Kepala Desa Tlilir, Faturokhman, menuturkan, jamasan merupakan ikhtiar agar gobang tetap bermanfaat, menghasilkan rajangan tembakau berkualitas, dan mendukung kesejahteraan petani. “Tradisi ini adalah bentuk kepasrahan kami kepada Tuhan. Setelah berusaha, doa menjadi sandaran terakhir,” ujarnya.
Rangkaian acara berlanjut dengan doa di makam Kiai Tlilir, tokoh yang dihormati warga. Di bawah rindang pepohonan, masyarakat duduk bersila, membuka tumpeng, membagi gunungan dan menikmati hidangan bersama. Tanpa sekat, semua menyatu dalam kebersamaan khas desa.
Masyarakat Tlilir tetap teguh menjaga tradisi Srobong Gobang. Bagi mereka, ritual ini bukan sekadar warisan leluhur, melainkan pengingat rasa syukur, kebersamaan dan cinta pada tanah yang menghidupi.

Pimpinan OJK Serentak Mundur Menyusul Dirut BEI 