catrawarta.com — Musim kemarau yang terasa sangat kering berpotensi memunculkan kebakaran lahan terutama kawasan hutan Gunungkidul. Di daerah yang sudah biasa kering, kini semakin rawan akibat musim kemarau yang cukup ekstrem. Kebakaran bisa dipicu puntung rokok, sisa bakar sampah atau gesekan daun dan ranting.
Selasa (28/7/2026) malam, terjadi lagi kebakaran hutan di kawasan Gunungkidul. Area terjadinya kebakaran berada di Bukit Blondo. Daerah itu merupakan jalur arah Paliyan – Saptosari yang pada sisi kanan kiri terdapat hutan.
Daerah tersebut berpotensi rawan kebakaran karena daun dan ranting yang menumpuk. Angin yang bertiup mengundang percikan api saat daun-daun dan ranting bergesekan. Ini bisa terjadi secara cepat kalau tumpukan daun sangat kering. Sedikit pemicu saja bisa langsung menyulut api.
Pada rekaman video yang beredar di media sosial, api tampak membesar di pinggir hutan tak jauh dari jalan raya. Pemadam kebakaran sudah berada di lokasi berjibaku memadamkan api agar tidak meluas.
Kejadian Kebakaran Meningkat
Data dari Unit Pelaksana Teknik Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Gunungkidul mencatat selama sejak awal tahun hingga Juli 2026 telah terjadi 15 kali kebakaran. Termasuk kebakaran hutan akibat musim kemarau.
Lokasi kebakaran menurut Kepala UPT Damkarmat Handoko seperti dikutip dari Harian Jogja, ada di berbagai tempat. Mulai dari pekarangan, lahan tebu, hutan kayu jati dan area pertanian atau perkebunan.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terutama ketika membakar sampah kering seperti daun dan ranting. Keduanya sangat mudah terbakar dan cepat menjalar. Diakuinya, sebagian besar kasus kebakaran lahan akibat pembakaran sampah dan ditinggalkan begitu saja.
Kebakaran lahan termasuk hutan sangat berbahaya karena begitu cepatnya bisa sampai ke lokasi hunian warga. Ia minta warga yang berdekatan dengan lahan dengan banyak dahan kering lebih berhati-hati dan tidak membakar sampah.

Hutan Blondo Paliyan Gunungkidul Terbakar 