Warta

Beredar Foto Dugaan Pelaku Pembunuhan Satpam Sumarna, Polisi Lakukan Pendalaman

Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas dengan tangan terborgol. Polres Purwakarta periksa 15 saksi dan selidiki dugaan keterlibatan geng motor.

Group of men on a colorful boat near a dock some standing and handling a long pole as others sit or stand in the boat
KORBAN: Proses evakuasi korban Satpam Waduk Jatiluhur, Sumarna, yang ditemukan dalam kondisi terborgol. (Sumber: instgram Ms nobody)

catrawarta.comPolisi tidak gegabah dalam melakukan penyelidikan kasus meninggalnya satpam Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Sumarna. Termasuk informasi mengenai beredarnya sejumlah foto yang menuding pelaku adalah geng motor yang pernah melakukan aksi vandalisme di sekitar waduk.

Seperti diberitakan, Satpam Sumarna ditemukan meninggal terapung di tengah waduk dengan posisi tangan terborgol mengarah ke belakang. Warga menemukannya pada Jumat (24/7/2026) siang setelah tidak diketahui keberadaannya sejak kamis malam.

Sumarna sempat membuat status yang merekam video vandalisme di seputar waduk. Jalan dan tembok di sejumlah tempat pada area waduk bertuliskan geng motor. Diduga, ia telah menegur aksi tersebut tetapi tidak diketahui informasi kelanjutannya.

Warga yang menemukan jenazah korban mengungkapkan ada kabar yang menyebutkan kemungkinan Sumarna menjadi korban penganiayaan mereka yang telah ditegurnya. Namun demikian, polisi belum bisa mengambil kesimpulan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

Keterangan dari Saksi

Polres Purwakarta melalui Kasat Reskrim AKP I Made Purwantara mengungkapkan pihaknya telah mengambil keterangan dari 15 saksi. Kemungkinan jumlah saksi masih akan bertambah seiring dengan perkembangan kasus tersebut.

Ia membenarkan korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan tangan terborgol di belakang. Hingga sekarang, polisi masih terus mengumpulkan berbagai barang bukti yang diduga terkait dengan kematian korban yang tidak wajar.

Selain ditemukan dalam kondisi tangan terborgol, korban juga masih mengenakan pakaian seragam lengkap dari atas sampai bawah. Teman sesama satpam menambahkan, korban melakukan piket mengelilingi waduk memantau situasi sejak Kamis (23/7/2026) malam dan tidak kembali sampai ditemukan di tengah waduk.

Teman-temannya di posko keamanan bersama warga segera melakukan pencarian. Mereka akhirnya menemukan korban terapung di tengah waduk namun sudah kaku. Warga langsung melakukan evakuasi, membawa korban ke perahu.

Polisi telah mengirim korban ke rumah sakit untuk proses autopsi. Made meminta masyarakat tidak berandai-andai dan menunggu hasil kajian ilmiah yang sedang dilakukan. Hasil autopsi akan keluar dalam beberapa hari lagi, dari situ akan diketahui penyebab kematian yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *