catrawarta.com — Beberapa waktu terakhir, Indonesia khususnya Pulau Jawa dan Sumatera mengalami malam yang cukup dingin hingga pagi hari. Di masyarakat Jawa, cuaca dingin ini dipopulerkan dengan istilah bedhidhing.
Fenomena ini juga turut dirasakan hingga ke dataran tinggi di beberapa titik Pulau Jawa. Bahkan beberapa di antaranya mengalami suhu yang rendah seperti Dieng hingga Bromo.
“Data AWS BMKG mencatat, suhu di Bromo menyentuh angka 3,9 derajat Celcius pada tanggal 11 Juni kemarin, Tapi Dieng juaranya, suhunya hampir menyentuh titik beku di angka 0,7 derajat Celcius,” terang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dikutip Selasa (28/7).
Seiring meningkatnya cuaca dingin yang terjadi di Pulau Jawa, ada dampak kesehatan yang mulai terasa. Sebagian masyarakat percaya jika cuaca dingin ini menjadi salah satu penyebab gangguan flu.
Padahal, cuaca dingin ini tidak serta-merta menjadi penyebab utama. Hal ini sebagaimana yang diungkap Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen (UK) Petra, dr Octavianus Eka Saputra.
Dia mengingatkan bahwa cuaca dingin hingga fenomena bedhidhing ini merupakan hal wajar. Meski demikian, dia mengungkap jika masyarakat harusnya lebih mengupayakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh hingga menjaga kesehatan diri sepanjang cuaca dingin.
“Bediding adalah dinamika alam yang wajar. Bagian terpenting adalah bukan mencemaskan udara dinginnya, melainkan bagaimana kita menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat untuk melindungi diri dan keluarga,” ungkapnya dalam siaran persnya, dikutip Selasa (28/7).
Soal flu, dia menanggapi jika hal ini bukan berasal dari cuaca dingin semata melainkan virus. Namun, cuaca dingin memang bisa menjadi pemicunya.
Lantaran udara dingin dan kering yang bisa menurunkan tingkat kelembapan di saluran pernapasan. Akibatnya lendir yang berkurang tak mampu menahan virus yang masuk dan mengganggu organ pernapasan.
“Faktanya, flu disebabkan oleh virus, bukan oleh suhu udara, Namun udara dingin dan kering ini bisa membuat lapisan lendir pelindung di saluran napas mengering. Akibatnya, pertahanan alami tubuh melemah dan virus menjadi lebih mudah masuk,” jelasnya.
Tips Tetap Sehat dan Produktif di Musim Bedhiding
Diungkapnya, cuaca dingin bukan lantas menjadi penyebab utama juga setiap individu untuk bermalas-malasan dan menghindari keluar rumah. Cuaca dingin perlu dihadapi dengan sejumlah cara yang dilakukan secara konsisten.
Dia menilai, mencuci tangan perlu tetap dilakukan untuk membersihkan tangan dari berbagai risiko penmyakit yang ada di depan mata. Cuci tangan harus dilakukan dengan menggunakan sabun dan air mengalir yang bersih.
Kedua, masyarakat harus tetap bergerak. Dengan tubuh yang terus bergerak aktif ini, maka peredaran darah di dalam tubuh bisa berlangsung dengan baik. Selain menyehatkan tubuh dan organ penting di dalamnya, bergerak aktif juga dapat menghangatkan suhu tubuh.
Selain itu, masyarakat juga diimbau agar menggunakan pakaian berlapis saat bepergian ke luar rumah. Udara yang dingin dan banyaknya debu beterbangan membuat lapisan permukaan kulit bisa saja berisiko membawa virus. Dengan menggunakan pakaian hangat, masyarakat dapat mempertahankan suhu tubuh dan menangkal berbagai macam penyakit.
Satu hal terpenting yang juga harus dilakukan adalah konsisten mengonsumsi air putih. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik melalui air mineral yang diminum sebanyak 2 liter atau 8 gelas per hari. Jangan juga tunggu minum saat haus saja.
Berikutnya yakni perlunya mengonsumsi makanan bergizi. Dengan menu empat sehat lima sempurna, maka tubuh dapat tetap bekerja secara optimal untuk menangkal berbagai ancaman gangguan kesehatan.
Terakhir dan tak lupa untuk dilakukan adalah tetap memenuhi kebutuhan jam tidur. Terpenuhinya jam tidur akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjauhkan tubuh dari gangguan kesehatan.

Buntut Pengeroyokan di Tabanan Bali, DPR RI Desak Negara Jamin Masa Depan Anak Korban 