catrawarta.com — Salah satu media besar Indonesia, Kompas, berulang tahun ke-61. Seperti juga media-media lainnya, pasang surut tentu dialami media tersebut di tengah disrupsi teknologi digital dengan munculnya media baru. Kompas pun melakukan banyak perubahan, inovasi, tanpa meninggalkan komitmen dan idealisme sebagai media yang independen.
Banyak tantangan hingga mencapai usia seperti sekarang. Bukan sekadar tantangan namun juga gempuran terutama satu dekade ini di tengah situasi politik, ekonomi, sosial dan berbagai kehidupan yang tidak menentu. Kendati demikian, Kompas – seperti juga namanya – tetap menjadi penunjuk arah bagi masyarakat Indonesia.
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas dan Kompas.id, Adi Prinantyo mengungkapkan pesan salah satu pendiri Kompas Jakob Oetama yang telah meninggal 9 September 2020 lalu. Ia mengutip tulisan Jakob pada tahun 2015 yang pada intinya menyebutkan, harian tersebut harus terus bersuara di tengah kebisingan.
”Pak Jakob Oetama sebagai salah satu pendiri Kompas pernah berpesan di tengah kebisingan di dunia maya akhir-akhir ini, di mana hampir tiap waktu ada ”noise”, maka Kompas harus menyisipkan ”voice”, kabar yang akurat, mendalam, mencerahkan, menginspirasi,” papar Adi mengutip pernyataan almarhum Jakob Oetama.
Jadi Penerang
Ia mengungkapkan lebih jauh, komitmen yang telah disampaikan Jakob Oetama menjadi pegangan seluruh jajaran Kompas. Di tengah situasi yang tidak menentu seperti sekarang, harian itu tidak hanya menjadi penyalur informasi namun juga penerang bagi masyarakat.
Kompas, jelasnya, dapat menjadi teman yang handal bagi masyarakat guna menyampaikan informasi yang dapat dipercaya. Masyarakat saat ini menghadapi tantangan yang tidaka ringan. Karenanya, memerlukan berbagai informasi yang akurat dan mencerahkan.
”Melalui langkah-langkah itu, Kompas akan terus berupaya untuk menjaga harapan demi merawat masa depan,” tandas Adi.
Semua itu tercermin pada edisi ulang tahun Kompas. Media tersebut menyajikan berbagai tulisan menarik tentang ekonomi dan ketimpangan, program MBG yang mendapat kritikan tajam dari masyarakat, pemerataan ekonomi, upaya-upaya inisiatif masyarakat untuk mandiri tanpa bantuan siapapun dan banyak lagi.
Penghargaan Internasional
Pada ulang tahun ke-61 ini, ada yang menarik. Kompas memperoleh penghargaan emas pada ajang Digital Media Awards Asia 2026 dari WAN-IFRA, Manila, Filipina. Liputan dan tulisan Kompas mengenai Anatomi Jaringan Buzzer menurut para juri sangat menarik dan menjadi karya terbaik kategori ”Best in Countering Disinformation”.
Investigasi yang menuliskan secara lengkap dan komprehensif mengenai jaringan buzzer mengalahkan 17 finalis lainnya dari 11 negara. Temuan investigasi menyebutkan bagaimana jaringan para buzzer sangat rapi dan terkoordinir untuk kepentingan tertentu. Mereka sangat menjaga rahasia klien dan tidak akan membocorkan siapa saja penggunanya.
Bukan saja terkait keredaksian, aktivitas Kompas pada ulang tahun sangat beragam. Ada berbagai program dari marketing harian Kompas dan Kompas.id. GM Marketing, Diana Eka Puspitasari sedikit mengungkapkan adanya berbagai fasilitas untuk pelanggan, peserta kelas Kompas Institute, souvenir dan tentu saja buku terbitan Penerbita Buku Kompas.
Ada pula program ”Kompas Coffe Atlas” pada 11-25 Juli 2026 untuk mengakomodir para penggemar kopi. Para penikmat kopi bisa menelusuri jejak kisah kedai-kedai kopi ternama di Jakarta dan sekitarnya sejak jaman dulu. Banyak kedai kopi yang sudah ada sebelum booming tren kopi sekarang ini.
Beragam liputan, tulisan dan program pada ulang tahun ke-61 menjadi penanda Kompas benar-benar merupakan teman yang mencerahkan, menginspirasi sekaligus memberi makna pada kehidupan masyarakat Indonesia. Selamat ulang tahun!

