catrawarta.com — Laporan World Risk Report 2023 menyebutkan Indonesia termasuk negara paling rawan bencana. Posisinya berada pada peringkat kedua setelah Filipina.
Tingginya risiko tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas kesiapsiagaan. Buktinya, banyak bencana terjadi dan menimbulkan dampak besar. Salah satu penyebabnya, kurangnya edukasi dan pemahaman kebencanaan.
”Dengan risiko tersebut, Indonesia perlu merubah paradigma dari tanggap bencana menjadi kesiapsiagaan aktif,” tandas Staf Ahli Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, Prof Djati Mardiatno.
Menurutnya, perhatian pemerintah pada penguatan kesiapsiagaan bencana berkurang. Ia menilai dari penyediaan anggaran untuk mitigasi bencana lebih sedikit dari anggaran darurat bencana.
Padahal, investasi untuk mitigasi dan kesiapsiagaan bencana bisa mengurangi dampak kejadian bencana.
Kuatkan Kapasitas Kesiapsiagaan
Masyarakat, jelas Djati, perlu menguatkan kapasitas kesiapsiagaannya terkait mitigasi bencana terlebih mereka tinggal di daerah sekitar kawasan rawan bencana. Upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas merupakan inisiatif masyarakat yang perlu didukung oleh otoritas setempat.
Ia menekankan agar Undang-Undang No 24 Tahun 2007 yang mengatur penanggulangan bencana dapat disempurnakan berdasarkan pengalaman kejadian bencana sebelumnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu penguatan karena pada beberapa daerah menganggap peraturan tersebut belum strategis. Penguatan peran lembaga BNPB dan BPBD perlu dikuatkan karena merupakan lembaga strategis penanggulangan bencana.
Pelibatan Masyarakat dalam Mitigasi
”Bencana alam hidrometeorologis akibat pengaruh iklim masih menjadi ancaman yang cukup tinggi bagi Indonesia,” imbuh Djati.
Keadaan tersebut mengharuskan Indonesia menguatkan upaya mitigasi agar dampak tidak terlalu besar tanpa mengurangi mitigasi bencana yang lain seperti gempa bumi.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan peran masyarakat serta akademisi dalam penanggulangan bencana. Semua pihak harus berkontribusi pada penanggulangan bencana.

Kenali Kekerasan Emosional dalam Child Grooming Sebelum Terjadi Kekerasan Fisik 