catrawarta.com — Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta yang telah berlangsung pada 21-22 Juni akan mencapai puncaknya pada 27-28 Juni 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Mengusung tema “Menuju 5 Abad Jakarta“, puncak perayaan akan menghadirkan beragam pertunjukan seni, budaya, musik, hingga hiburan yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Pada Sabtu (27/6) malam, pemerintah akan menggelar konser musik dan pertunjukan multimedia bertajuk “Menuju 5 Abad Jakarta”.
Sementara pada Minggu (28/6) pukul 06.00-10.00 WIB, masyarakat dapat mengikuti acara “Jakarta Penuh Warna” yang menampilkan beragam atraksi seni, budaya, olahraga, serta hiburan di sepanjang kawasan Bundaran HI.

Ketua Panitia HUT ke-499 Jakarta sekaligus Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan usia ke-499 menjadi momentum penting bagi Jakarta untuk menyongsong lima abad perjalanan kota.
“Usia ke-499 menjadi momentum Jakarta menuju lima abad perjalanan kota. Karena itu, HUT tahun ini kami isi dengan berbagai kado bagi masyarakat, mulai dari ruang publik yang lebih nyaman, kemudahan mobilitas, hingga hiburan dan kegiatan budaya. Seluruh rangkaian ini merupakan wujud nyata transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berakar pada budaya dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Eli di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan transportasi umum selama mengikuti rangkaian acara.
“Mari datang dan rayakan HUT Jakarta bersama keluarga dan teman. Gunakan transportasi umum, serta bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban agar perayaan ini berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua,” katanya.

Perjalanan Panjang Jakarta
Jakarta memiliki sejarah panjang dari masa kerajaan, kolonial, pendudukan Jepang, hingga menjadi ibu kota Indonesia dan kini berkembang sebagai kota global.
Berikut perjalanan perubahan nama dan status Jakarta dari masa ke masa:
- Abad ke-14: Dikenal sebagai Sunda Kalapa, pelabuhan utama Kerajaan Pajajaran.
- 22 Juni 1527: Setelah penaklukan oleh Fatahillah, Sunda Kalapa berganti nama menjadi Jayakarta. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai hari lahir Jakarta.
- 4 Maret 1621: Pemerintah kolonial Belanda mendirikan pusat pemerintahan dan menamainya Stad Batavia.
- 1 April 1905: Nama diubah menjadi Gemeente Batavia.
- 8 Januari 1935: Status berubah menjadi Stad Gemeente Batavia.
- 8 Agustus 1942: Pada masa pendudukan Jepang, Batavia berganti nama menjadi Jakarta Tokubetsu Shi.
- September 1945: Jakarta menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia dengan nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
- 28 Maret 1950: Nama diubah menjadi Praj’a Jakarta.
- 22 Juni 1956: Nama Jakarta kembali dikukuhkan.
- 18 Januari 1958: Jakarta menjadi daerah otonom dengan nama Kotamadya Djakarta Raya di bawah Provinsi Jawa Barat.
- 1959: Status meningkat menjadi Daerah Tingkat I (Provinsi) yang dipimpin gubernur.
- 1961: Status kembali berubah menjadi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI).
- 31 Agustus 1964: Jakarta resmi ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia.
- 31 Agustus 1999: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999, Jakarta berstatus sebagai pemerintah provinsi dengan kekhususan sebagai ibu kota negara.
- 30 Juli 2007: Melalui Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007, nama DKI Jakarta dikukuhkan sebagai provinsi dengan status daerah khusus ibu kota.
Menjelang usia lima abad pada 2027, Jakarta terus bertransformasi menjadi kota global dengan tetap menjaga identitas sejarah, budaya, dan keberagamannya

STA Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Sunu Wasono: Dia Pelopor Penulisan Kritik Sastra 