Catra Budaya

Galeri Nasional Gelar Pameran Oesman Effendi Mulai 27 Juni

Galeri Nasional Indonesia akan menggelar pameran retrospektif karya pelukis Oesman Effendi pada 27 Juni hingga 6 September 2026 di Gedung B Galeri...

Galeri nasional indonesia akan menggelar pameran retrospektif karya pelukis oesman effendi pada 27 juni hingga 6 september 2026
Galeri Nasional Indonesia akan menggelar pameran retrospektif karya pelukis Oesman Effendi pada 27 Juni hingga 6 September 2026. (dok Galeri Nasional)

catrawarta.comGaleri Nasional Indonesia akan menggelar pameran retrospektif karya pelukis Oesman Effendi pada 27 Juni hingga 6 September 2026 di Gedung B Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.

Pameran tersebut bertujuan menelusuri kembali jejak Oesman Effendi (1919-1985), seniman, pemikir, sekaligus pelopor seni abstrak Indonesia yang memiliki peran penting dalam perkembangan seni rupa nasional pascakemerdekaan.

Oesman efendi dok institut kesenian jakarta
Oesman Effendi (dok Institut Kesenian Jakarta)

Nama Oesman Effendi juga diabadikan sebagai Galeri Oesman Effendi di kompleks Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM). Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang turut membentuk TIM dan menjadi pengurus pertama Dewan Kesenian Jakarta pada periode 1968-1972.

Dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026), Galeri Nasional menyebut Oesman Effendi berhasil menjembatani modernisme internasional dengan pengalaman artistik dan budaya Nusantara.

“Selain itu, ia berkontribusi besar dalam menghidupkan atmosfer kesenian di Jakarta melalui Taman Ismail Marzuki dan Institut Kesenian Jakarta,” demikian pernyataan Galeri Nasional.

Oesman Effendi lahir di Padang pada 28 Maret 1919 dan wafat di Jakarta pada 28 Maret 1985. Dalam perjalanan kariernya, ia dikenal melalui karya-karya abstrak konstruktif dengan ciri garis-garis lengkung dan penggunaan warna-warna cerah.

Selain melukis, Oesman juga menghasilkan berbagai gambar dan sketsa yang digunakan sebagai ilustrasi maupun sampul buku. Seniman yang akrab disapa OE itu turut meninggalkan jejak penting dalam sejarah desain uang Indonesia.

Pada 1951, atas penugasan Bank Indonesia, Oesman dikirim ke Belanda untuk merancang gambar uang rupiah. Dari proses tersebut lahir desain uang kertas pecahan Rp100 dan Rp500 yang beredar pada masa awal kemerdekaan.

Salah satu lukisan karya oesman effendy dok ist
Salah satu lukisan karya Oesman Effendy (dok Ist)

Tak hanya berkarya sebagai seniman, Oesman juga aktif membangun ekosistem seni dan budaya di Jakarta. Ia pernah menjabat Ketua Dewan Kesenian Jakarta, menjadi pendiri Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki, serta terlibat dalam pendirian Masjid Amir Hamzah di kawasan TIM.

Pemikiran Oesman mengenai perkembangan seni rupa Indonesia juga tercatat dalam berbagai forum seni. Dalam Diskusi Seni Rupa pada Festival Seni Rupa Jakarta II yang berlangsung pada 7-8 November 1969, ia pernah menyatakan bahwa seni lukis Indonesia masih berada dalam proses pencarian identitas.

“Lukisan di Indonesia berkembang, belum ada, hanya dalam proses menemukan bentuk aslinya,” ujar Oesman saat itu.

Di bidang pendidikan, Oesman meraih Diploma Seni Grafis dari Akademi Della El Disegno di Firenze, Italia. Atas dedikasi dan karya-karyanya, ia juga menerima penghargaan Award in the Grand Exhibition of Indonesian Paintings II pada 1976.

Pameran ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali pemikiran dan karya Oesman Effendi kepada generasi muda sekaligus memperkuat apresiasi publik terhadap sejarah seni rupa modern Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *