catrawarta.com — Peristiwa menghebohkan terjadi di Bandung. Seorang perempuan disekap dan disiksa selama tiga tahun oleh laki-laki bernama Taufik Hidayat. Pelaku dikabarkan sering membawa pistol namun belum diketahui senjata api, soft gun atau mainan.
Kasus penyekapan telah dilaporkan sejak dua tahun lalu namun hingga kini pelaku belum tertangkap. Korban baru saja ditemukan dalam kondisi terluka parah di dalam kamar kos yang memprihatinkan. Kepala mengalami luka parah, mata buta dan bibir sobek diduga digunting oleh pelaku.
Netizen yang geram segera bergerak cepat membongkar data pelaku dan menyebarkan melalui media sosial. Berdasarkan informasi netizen, pelaku merupakan anak pensiunan aparat, sering berbuat semaunya sendiri dan mendapat perlindungan dari preman.
Meskipun berstatus bukan orang biasa, netizen beramai-ramai menyatakan tidak takut bahkan ada yang terjun langsung di wilayah masing-masing. Mereka memantau untuk menemukan pelaku yang dikenal temperamental dan suka menyiksa perempuan.
Setelah kasus penyekapan terungkap, sejumlah perempuan menyampaikan pernah nyaris menjadi korban. Ada pula yang telah menjadi korban kebiadaban pelaku tetapi tidak berani lapor polisi. Pelaku selalu mengancam akan membunuh keluarga korban kalua sampai lapor polisi.
Dilaporkan Kasus Perkosaan
Tahun 2024 lalu, berdasarkan akun Instagram conan_reborn, seorang korban pernah melaporkan dugaan kekerasan seksual dan perkosaan ke Polda Jawa Barat pada tanggal 9 Maret 2024. Korban melaporkan telah menjadi korban kekerasan seksual dan perkosaan dengan pelaku Taufik.
Pada laporan tersebut korban juga memberikan informasi diancam oleh pelaku menggunakan senjata berjenis pistol. Berada di bawah ancaman dan tekanan, pelaku melakukan pemerkosaan. Namun setelah dua tahun, pelaku belum juga tertangkap.
Pelaku dikabarkan sering berpindah-pindah tempat dan selalu mencari korban baru. Ia menggunakan foto palsu di media sosial untuk menarik calon korban. Ketika sudah bertemu dengan korban, pelaku langsung mengajak jalan dan memaksa berhubungan badan. Pelaku selalu memperlihatkan pistol agar korban ketakutan.
Melihat perilaku berbahaya pelaku, netizen kompak melakukan perburuan. Mereka mengeluarkan segala upaya termasuk melacak keberadaan pelaku melalui teknologi internet. Seorang netizen menyampaikan mengetahui keberadaan pelaku tetapi ternyata sudah pergi dari kediamannya yang merupakan rumah kos.
Sementara itu, Direktur PPA dan PPO Polda Jawa Barat Kombes Pol Rumi Untari menurut detik.com sedang berupaya melakukan pencarian dan pengejaran pelaku. Polda telah membentuk tim yang khusus memburu pelaku yang diketahui selalu berpindah-pindah lokasi.

Siasat Manajemen Isu Artjog 2026 