catrawarta.com — Belum lama ini muncul api misterius di rumah seorang warga yang berada di Seyegan, Sleman. Api muncul secara tiba-tiba di beberapa tempat, dalam maupun luar rumah. Hal itu membuat warga heboh dan mengundang perhatian banyak pihak termasuk peneliti dari UGM dan UPN Veteran Yogyakarta.
Hasil penelitian, api bukan berasal dari gas alam atau gas yang biasa muncul dari tempat pembuangan kotoran manusia. Peneliti menyimpulkan, gas berasal dari sisa residu plastik. Ada dugaan kemungkinan merupakan rekayasa manusia sehingga sekarang polisi yang bergerak.
Polresta Sleman melalui Kasat Reskrim AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengungkapkan pihaknya mengambil alih kasus menggegerkan tersebut. Ada upaya hukum yang sedang berjalan guna mengungkap tuntas kasus itu.
Setelah kasus itu muncul, polisi termasuk sejumlah pihak memasang cctv di sekitar lokasi kejadian, dalam dan luar rumah. Saat ini, rekaman cctv sedang dalam penelitian guna melihat siapa saja yang keluar masuk area rumah.
”Rekaman cctv itu kamu akan melakukan penelitian juga nanti. Itu kami masih akan kumpulkan, sehingga fakta akan terungkap setelah ini,” ungkap Mateus seperti dikutip dari akun jogja.vibes.
Dukung Proses Investigasi
Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan pihaknya memberi dukungan guna investigasi kasus titik api. Ia juga tidak keberatan polisi mengambil rekaman cctv untuk melihat secara jelas dari berbagai sudut mengenai kemunculan titik api.
Ia menegaskan, dalam cctv pasti akan terlihat siapa yang melewati rumah, kapan muncul titik api dan aktivitas apa di sekitar lokasi. Menurutnya, kepolisian yang akan mengungkap itu semua. Ia dan lembaganya memberi dukungan penuh.
Bambang juga menambahkan keanehan yang terjadi di lokasi. Setiap hari selama ada petugas BPBD yang berjaga di lokasi kejadian dan belum pernah menemukan sendiri munculnya titik api. Petugas tidak menemui adanya api yang muncul dari dalam tanah atau membakar perabotan seperti yang selama ini diberitakan.
Namun, ketika petugas tidak ada, titik api akan muncul dan menjadi berita heboh. Karena itu, sejumlah pihak mengatakan ada dugaan rekayasa sehingga menyerahkan kasusnya ke polisi. Lebih baik polisi yang melakukan investigasi ketika ada kecenderungan akibat ulah manusia.
Kendati demikian, masih ada pihak yang percaya bahwa api tersebut merupakan “kiriman” dari orang yang akan berbuat jahat pada tuan rumah. Ada pihak yang senjaga ingin melukai tuan rumah. Nah, tunggu saja hasil investigasi kepolisian.

Sepakat Damai, Trump Beri Kompensasi ke Iran 