catrawarta.com — Nama Butet Kertaredjasa tak asing bagi masyarakat Indonesia. Seniman serba bisa tersebut semakin terkenal sejak memainkan monolog menirukan ekspresi dan suara Presiden Suharto. Bukan saja berkarya dalam bidangnya, ia juga sering tampil menyuarakan kritik melalui pentas-pentas berbalut humor dengan komedian dan artis-artis nasional.
Kini, Butet sedang berada di Vatikan, negara yang menjadi pusat umat Katolik sedunia. Negara kecil yang sekarang dipimpin Paus Leo XIV. Meskipun bukan seorang Katolik, ia diterima langsung Paus dalam sebuah acara.
Pada kesempatan tersebut, Butet menyerahkan lukisan jalan salib. Lukisan menceritakan kisah sengsara Isa Almasih atau Yesus Kristus sebelum disalinkan di Bukit Golgota. Ada 14 lukisan jalan salib Yesus bernuansa Jawa yang diserahkan ke Paus.
Pada akun Instagram galuhpaskamagma, tampak rekaman Butet dan istrinya mengenakan busana Jawa lengkap berjalan menuju tempat Paus Leo XIV berdiri. Keduanya menghampiri, bersalaman dan menyerahkan lukisan Yesus bernuansa Jawa.
Butet terlihat berbincang sebentar menjelaskan makna lukisan kepada Paus. Usai menjelaskan makna lukisan, Butet dan istrinya kembali mengalami Paus. Mereka tampak sumringah bisa bertemu dengan pimpinan tertinggi umat Katolik sedunia.
Butet Ngalap Berkah
Akun galuhpaskamagma menuliskan,”Hari ini bapak ibu kesampean ngalap berkah dari Paus Leo XIV. Membawa lukisan dari ide kreatif bapak tentang jalan salib dalam visual punokawan. Bangga”.
Begitu tulis Galuh yang merupakan anak Butet. Unggahan tersebut mendapat respons dari netizen. Banyak yang memberi ucapan selamat bahkan mengapresiasi busana yang mereka pakai.
Akun griyakasantikan_art misalnya, ia menuliskan ”Ini yang selalu aku harapin, orang Jawa kalo keluar negeri pake pakean Jawa”. Akun pulungprasiwi membalas ”aku gitu sih kak, cm dianggep aneh saja sm sesama orang Indonesia”.
Yang lebih menarik lagi, latar lagu pada saat penyerahan lukisan merupakan karya seniman almarhum Djaduk Ferianto yang juga adik Butet. Lagu bertitel ”Srengenge Nyunar” menggambarkan ungkapan syukur manusia pada Allah Yang Maha Mulia.
Lagu itu menjadi inspirasi pada seseorang yang memberi nama anaknya ‘‘Srengenge Nyunar”. Ini terlihat dari komentar akun argodhea yang menuliskan ”@galuhpaskamagma kak, ijiiinn..judul lagu ini jadi nama anakku..aku bener-bener makasih banget buat Pak Djaduk yg udah nyiptain lagu seindah ini…”

