catrawarta.com — Musim kemarau terlebih cuaca eksterm pada siang hari bisa mengancam anak-anak kena heat stroke. Panas menyengat, terik, dapat membuat tubuh kekurangan cairan alias dehidrasi yang memicu anak-anak terkena heat stroke.
Heat stroke yang tidak ditangani secara cepat dan tepat bisa mengakibatkan kefatalan bahkan kematian. Karena itu, masyarakat terutama orang tua harus bisa mengenali dan mengatasi anak-anak yang terserang heat stroke.
Sayangnya, literasi orang tua mengenai heat stroke sangat terbatas bahkan banyak yang tidak tahu. Akibatnya, keliru memberi pertolongan pertama karena menganggap kondisi tersebut sama seperti demam biasa. Padahal, kesalahan penanganan dapat memperburuk kondisi anak dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius.
Penanganan heat stroke, menurut Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Siti Rizki Fauziah, berbeda dengan penanganan demam akibat infeksi.
Ia mengungkapkan, pada kondisi heat stroke, prioritas utamanya menurunkan suhu tubuh secepat mungkin dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan. Pertolongan pertama harus cepat dan tepat agar anak segera pulih kembali.
Pindah ke Tempat Sejuk
”Ketika anak sudah mulai berkeringat banyak, terlihat kepanasan, atau mulai mengeluhkan tubuhnya tidak nyaman, sebaiknya segera dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk. Kalau memungkinkan masuk ke ruangan AC, berikan kesempatan untuk beristirahat dan minum,” papar Siti dalam keterangan tertulisnya.
Kecuali itu, apabila anak telah menunjukkan tanda-tanda heat stroke seperti penurunan kesadaran, kebingungan, atau suhu tubuh yang sangat tinggi, kondisi tersebut harus dianggap sebagai kegawatdaruratan medis. Orang tua tidak dianjurkan menunda penanganan dengan berbagai metode rumahan yang belum tentu tepat.
Ia menyarankan, sembari menunggu bantuan medis atau perjalanan menuju rumah sakit, beberapa langkah awal dapat dilakukan untuk membantu menurunkan suhu tubuh anak. Penanganan pertama misalnya memindahkan anak ke tempat yang teduh dan sejuk, melepaskan pakaian berlapis atau ketat, hingga membasahi tubuh anak dengan air biasa.
Pembasahan seluruh tubuh anak juga penting, menggunakan kain atau spons yang direndam air biasa atau air sejuk. Bantu proses penguapan dengan kipas angin. Kompres juga dapat diberikan pada area yang banyak terdapat pembuluh darah besar seperti leher, ketiak, dan selangkangan.
Cara tersebut menurutnya membantu mempercepat pelepasan panas dari tubuh sambil menunggu penanganan medis lebih lanjut.
Kesalahan Penanganan
Salah satu kesalahan penanganan, biasanya orang tua memberikan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen. Banyak orang tua menganggap suhu tubuh yang tinggi pada heat stroke sama dengan demam akibat infeksi, sehingga langsung memberikan obat tanpa memahami penyebabnya.
”Parasetamol maupun ibuprofen tidak bekerja untuk mengatasi heat stroke. Justru ketika tubuh sedang mengalami dehidrasi dan organ-organ sedang berada dalam kondisi stres akibat panas, penggunaan obat-obatan tersebut dapat menambah beban kerja hati maupun ginjal,” jelas Siti.
Ia menegaskan, fokus utama tetap pada upaya pendinginan tubuh dan mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin. Kesalahan lain yang juga kerap terjadi, memaksa anak minum ketika kesadarannya mulai menurun. Hal itu berisiko menyebabkan cairan masuk ke saluran pernapasan.
Ketika anak mengantuk berat, bingung, atau tidak sadar, ia menyarankan tidak dipaksa minum karena berisiko tersedak. Langkah paling aman, menggunakan air biasa atau air sejuk untuk membantu menurunkan suhu tubuh secara bertahap.

Yoyok Pentaskan Kisah Cheng Ho di Sam Poo Kong 