catrawarta.com — Tak banyak perguruan tinggi swasta yang mempertahankan disiplin ilmu humaniora murni. Di Yogyakarya, Universitas Sanata Dharma (USD) menjadi satu-satunya kampus swasta yang menyelenggarakan Program Studi S1 Sejarah (Ilmu Sejarah) murni, bukan Pendidikan Sejarah.
Kampus tersebut juga memiliki ekosistem sumber primer yang kuat melalui koleksi manuskrip, lontar, pustaka kuno, dan arsip langka yang tersimpan di perpustakaan.
Mengutip dari siaran persnya, keberadaan Prodi Sejarah USD bukan sekadar mempertahankan sebuah program studi. Sejak didirikan pada tahun 1993 bersamaan dengan transformasi IKIP Sanata Dharma menjadi Universitas Sanata Dharma, program ini dibangun dengan misi mengembangkan kemampuan merekonstruksi masa lampau secara kritis.
Tidak hanya merekonstruksi, kampus juga berusaha menemukan relevansinya bagi kehidupan bangsa masa kini dan masa depan. Namun yang membuat USD berbeda bukan hanya keberadaan Prodi Sejarah tetapi hubungan organik antara pendidikan sejarah dengan sumber-sumber sejarah primer yang nyata.
“Perpustakaan USD selama puluhan tahun mengembangkan pusat koleksi khusus yang dikenal sebagai Pustaka Artati Corner, warisan Prof PJ Zoetmulder SJ seorang ahli Sastra Jawa Kuna yang diakui secara internasional,” papar Humas USD, Dr Apri Damai.
Referensi Kuno dan Langka
Koleksi pustaka berisi buku-buku kuno, referensi langka, dan sumber-sumber penting yang menjadi fondasi penelitian sejarah, filologi, sastra, dan kebudayaan Nusantara.
Selain Pustaka Artati, USD juga mengelola Pustaka Sartono, yang berasal dari koleksi pribadi Prof Sartono Kartodirdjo, salah satu sejarawan Indonesia paling berpengaruh, serta koleksi Verhaar dan berbagai dokumentasi akademik lainnya.
Apri menjelaskan, ruang koleksi khusus USD menyimpan berbagai manuskrip, lontar, dan dokumen langka yang menjadi tujuan studi dan kunjungan akademik dari berbagai perguruan tinggi. Dokumentasi kunjungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, misalnya, secara eksplisit menyebut ketertarikan mereka terhadap koleksi lontar dan manuskrip yang tersimpan di Pustaka Artati, Pusdok Verhaar, dan Pustaka Sartono.
Ia menegaskan, komitmen USD dalam pelestarian warisan intelektual Nusantara juga tidak berhenti pada penyimpanan koleksi. Perpustakaan USD aktif melakukan digitalisasi, preservasi, serta alih aksara naskah kuno dan lontar.
Upaya tersebut bahkan memperoleh Anugerah Kebudayaan DIY 2024, sebuah pengakuan atas kontribusi USD dalam menghidupkan kembali pengetahuan yang tersimpan dalam manuskrip kuno agar dapat diakses generasi masa kini.

Viral, Anggota TNI Pukul Pegawai Alfamart Berakhir Damai 