Warta

Aliansi Rakyat Memanggil Gelar Aksi di Jogja

catrawarta.com — Menyambung aksi mahasiswa di Jakarta, mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi demonstrasi Sabtu (13/6/2026) siang ini. Akun Instagram bem.uny milik...

Daftar lima tuntutan publik indonesia hentikan pemborosan apbn turunkan harga kebutuhan pokok dan bbm hentikan program mbg dan pembangunan koperasi desa merah putih hentikan militerisme di ranah sipil prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya
TUNTUTAN: Ilustrasi tuntutan mahasiswa Universitas Indonesia.(Sumber: bemui_official)

catrawarta.comMenyambung aksi mahasiswa di Jakarta, mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi demonstrasi Sabtu (13/6/2026) siang ini. Akun Instagram bem.uny milik Universitas Negeri Yogyakarta menyatakan tekanan ekonomi pada rakyat yang demikian berat tak bisa membuat mahasiswa diam.

”Ada banyak alasan untuk marah tetapi lebih banyak lagi alas an untuk bergerak,” tandas akun tersebut dalam unggahannya.

Dituliskan pula, di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat, mahasiswa memilih untuk tidak diam. Mereka memilih untuk bersuara, berkumpul dan menunjukkan bahwa rakyat masih memiliki keberanian untuk melawan ketidakadilan.

Mereka mengajak rakyat dan mahasiswa untuk ambil bagian. Perubahan, tulis akun itu, tidak pernah lahir dari keheningan.

Rakyat Memanggil

Sementara itu akun resmi jogjamemanggilofficial menuliskan dalam unggahannya, ”Dar der dor, bulan demi bulan, minggu demi minggu, hari demi hari, WNI selalu dibikin resah oleh kebijakan & kondisi negara”.

Mereka melanjutkan, ”Rezim Prabowo Gibran tak hentinya mengeluarkan kebijakan yang bikin kita terus menerus kecewa & cemas. MBG, KDMP, UU Polri & TNI, Kriminalisasi aktivis, korupsi, kenaikan BBM, rupiah yang terus melemah, adalah penanda salah urus negara dengan kuasa tanpa batas, patriarkis, kapitalistik, sentralistik, & militeristik.”

Resah, gerah, marah dengan NKRI, Aliansi Rakyat Memanggil kalian semua untuk menumpahkannya dengan orasi, puisi, aksi, dan konsolidasi. Aliansi mengajak mahasiswa dan masyarakat bergabung dan bertemu di pertigaan Gejayan pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 14.00 – 17.30 WIB.

”Jangan lelah, jangan nyerah, jangan diam, ayo turun jalan, suarakan perlawanan dengan lantang,” tandas akun tersebut.

Poin Tuntuan Rakyat

Aliansi Rakyat Memanggil seperti dikutip dari tribunnews.com, menyampaikan sejumlah tuntutan seperti haknya tuntutan mahasiswa yang berunjuk rasa di Jakarta. Mereka mendesak penghentikan program Makan Bergizi Gratis yang rawan korupsi dan minim pengawasan publik.

Mahasiswa jugaa menolak keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang menyimpang dari prinsip ekonomi rakyat dan berpotensi menjadi instrumen kontrol politik.

Mereka juga mendesak pencabutan revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, dan UU Peradilan Militer. Kebebasan berekspresi terancam, sejumlah bukti memperlihatkan demikian mulai dari penyiraman air keras oleh oknum TNI yang berdampak cacat permanen. Namun, tuntutan hukumannya sangat ringan.

Karena itu, Rakyat Memanggil minta penyelidikan dan pengadilan yang fair seluruh pelaku pelanggaran HAM dari unsur TNI maupun Polri. Selama ini, mereka nyaris tidak tersentuh. Bukti nyata, aktivis yang hilang pada 1998 dan pemerkosaan massal tak pernah mau diungkap.

Aliansi juga menuntut pendidikan gratis yang berkualitas, layanan dan fasilitas kesehatan gratis tanpa diskriminasi, pemulihan perekonomian rakyat, perlindungan hak pekerja termasuk guru. Mereka juga menuntut penurunan Harga kebutuhan pokok dan BBM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *