Warta

Tekanan Ekonomi Makin Berat Memicu Persoalan Sosial Lebih Besar

catrawarta.com — Kondisi nyata perekonomian rakyat yang tertekan akibat faktor internal maupun eksternal menjadi titik kerawanan. Berawal dari situlah dapat memicu munculnya...

Crowd of people at an outdoor demonstration holding colorful flags and banners with uniforms visible in the front
DORONG: Mahasiswa UI dan aparat saling dorong dalam demonstrasi di Jakarta.(Sumber: rekaman idntimes)

catrawarta.comKondisi nyata perekonomian rakyat yang tertekan akibat faktor internal maupun eksternal menjadi titik kerawanan. Berawal dari situlah dapat memicu munculnya persoalan sial lebih besar. Saat ini, sudah diawali dengan mahasiswa yang turun ke jalan.

Kenaikan Harga BBM nonsubsidi sedikit atau banyak bisa membawa perubahan. Terlebih masyarakat yang sudah mulai menyadari untuk membeli BBM nonsubsidi mendapat tekanan dengan kenaikan yang sangat tinggi, dari semula Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Pengamat politik pemerintahan, Prof Zuly Qodir mengungkapkan, jika biaya transportasi dan distribusi meningkat, harga berbagai kebutuhan pokok juga berpotensi mengalami kenaikan dapat berdampak pada persoalan sosial.

Apalagi, jelasnya, kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan pendapatan sering kali tidak berlangsung secepat kenaikan biaya hidup.

”Kalau pendapatan masyarakat relatif tetap sementara harga bahan bakar meningkat, maka dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor. Harga bahan pokok berpotensi naik, biaya produksi meningkat, dan pada akhirnya beban ekonomi masyarakat menjadi semakin berat,” paparnya dalam keterangan tertulis kepada media.

Muncul Ketidakpuasan Sosial

Ia berpendapat, tekanan ekonomi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memunculkan ketidakpuasan sosial. Kondisi tersebut semakin kompleks apabila dirasakan tidak hanya oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga oleh kelas menengah yang mengalami penurunan daya beli.

Pemerintah, saran Zuly, perlu segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi, termasuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat program perlindungan sosial, serta memastikan kebijakan ekonomi mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

”Ketika tekanan ekonomi dirasakan oleh semakin banyak kelompok masyarakat, potensi munculnya solidaritas sosial akibat kesulitan ekonomi juga akan semakin besar. Karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah yang cepat dan tepat agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas,” ujarnya memberi masukan.

Mahasiswa mulai merespons kondisi riil di lapangan dengan turun ke jalan. Mereka melihat dan merasakan beban serta tekanan ekonomi sangat berat. Di tengah tekanan berat, pejabat malah memberi narasi-narasi dan jargon yang tak sesuai kenyataan.

Usai demonstrasi dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI), kampus lain akan menyusul menggelar aksi. Mereka membawa isu yang sama yakni porak porandanya perekonomian nasional dan berbagai persoalan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *