catrawarta.com — Program bedah rumah di DIY menunjukkan peningkatan luar biasa. Semula, dari hanya 100 permintaan yang dibedah, kini sudah mencapai 2.000 unit. Ini memperlihatan tingginya angka penerima manfaat merupakan respons terhadap permintaan masyarakat yang terus meningkat.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan hal itu ketika bertemu dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, belum lama ini. Ia mengatakan kondisi tersebut juga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak.
Menurutnya, DIY menjadi daerah dengan peningkatan tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian tersebut tidak berarti jumlah rumah yang ditangani paling banyak secara nasional, melainkan peningkatannya paling signifikan.
”Yang tertinggi di Jogja bukan berarti jumlah rumahnya, tapi kenaikannya. Dari sekitar 100 unit menjadi lebih dari 2.000 unit,” ujar Sultan dikutip dari keterangan tertulisnya.
Capaian tersebut mendapat apresiasi Maruarar Sirait. Ia mengatakan DIY menjadi daerah dengan capaian tertinggi dalam pelaksanaan KUR Perumahan yang pertama kali diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Nilai KPR KUR Meningkat
Berdasarkan catatan Kementerian, program perumahan di DIY menunjukkan peningkatan signifikan. Selain mencatat capaian tertinggi dalam pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, jumlah rumah yang ditangani melalui program bedah rumah juga meningkat dari 105 unit pada tahun lalu menjadi 2.856 unit pada tahun ini.
Maruarar menambahkan, nilai KUR Perumahan di DIY mencapai Rp 332 miliar dengan 966 penerima manfaat. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan bagi kontraktor sebesar Rp 3,7 miliar, developer Rp 80,3 miliar, dan toko bangunan Rp 61,5 miliar.
”Dari sisi suplai, nilai yang tercatat mencapai Rp 145 miliar. Sementara itu, dari sisi permintaan mencapai Rp 187 miliar sehingga total nilai KUR Perumahan di DIY mencapai Rp 332 miliar,” paparnya.
Mengenai program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, ia mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan besarnya upaya pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.
Program bedah rumah memang untuk mengubah rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni. Program itu menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.

Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Harap Ada Tersangka Lain 