Warta

Nama Raffi Ahmad Disebut dalam Kasus Suap Bea Cukai

catrawarta.com — Artis yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad disebut dalam dugaan kasus suap...

Modern office building with vertical columns and red curved accents displaying the letters kpk on the facade
KPK: Ilustrasi Gedung KPK.(Sumber: kpk.go.id)

catrawarta.comArtis yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad disebut dalam dugaan kasus suap Bea Cukai. Namun KPK belum menindaklanjuti informasi tersebut karena belum ada dugaan yang menguatkan keterkaitannya dengan kasus suap.

Saat ini KPK sedang membidik kasus suap Blueray yang menimpa beberapa orang. Pada kasus lain yang juga terkait dengan suap dan gratifikasi, nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama juga disebut-sebut. Namun hingga kini KPK belum menindaklanjuti sosok yang terlibat dalam kasus penculikan aktivis saat reformasi 1998 tersebut.

Mengenai penyebutan nama Raffi Ahmad, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membenarkannya. Yang bersangkutan menitipkan beberapa barang elektornik antara lain berupa iPhone ke dalam kargo Blueray.

Ia mengatakan, KPK belum melakukan pengembangan lebih jauh karena belum ada indikasi keterkaitan dengan kasus yang sedang berjalan. Karena itu, pihaknya belum melakukan pemanggilan untuk pemeriksaan nama tersebut.

Bisa Lakukan Pemeriksaan

Kendati belum melakukan pemanggilan dan pemeriksaan, Taufik mengatakan segala kemungkinan bisa terjadi. Menurutnya bisa saja yang bersangkutan diperiksa karena ada perkembangan baru dalam kasus suap itu.

Kasus suap dan gratifikasi di Bea Cukai melibatkan sejumlah pejabat. Seperti dilaporkan cnnindonesia.com, penerima suap terdiri atas Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Rizal, Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono, dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan.

Beberapa pejabat pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diduga menerima suap dengan nilai uang sejumlah Rp 61 miliar. Selain iktu, juga pemberian fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp 1,8 miliar. Nama Dirjen Djaka Budi Utama sempat disebut menerima setoran dari kasus tersebut.

Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian pada kasus Bea Cukai. Ia dalam satu kesempatan menegaskan dan minta Menteri Keuangan Purbaya YS untuk menindak siapapun yang terlibat dalam kasus di Bea Cukai. Ia juga menegaskan termasuk menindak pimpinan yang tak mampu menjalankan tugas secara baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *