catrawarta.com — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, terus mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi. Tiga wilayah menjadi prioritas yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Satgas memastikan berbagai proyek penanganan jalan, jembatan, tanggul, dan pengendalian sungai berjalan sesuai target. Selain itu, mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat terdampak di ketiga daerah tersebut.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan pemantauan pemulihan infrastruktur dilakukan bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta pelaksana proyek untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan di sejumlah titik prioritas.
Satgas juga menyerap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan material, pembebasan lahan, hingga pasokan bahan bakar bagi alat berat yang digunakan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Perbaikan Badan Jalan
Di Aceh Tengah, prioritasnya yakni pekerjaan penanganan longsor, penguatan lereng, perbaikan badan jalan, dan pembangunan dinding penahan tanah terus menunjukkan kemajuan.
Satgas meminta seluruh pekerjaan pada titik-titik kritis dapat diselesaikan lebih cepat agar infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat tidak kembali terganggu ketika curah hujan meningkat pada akhir tahun.
Tito menjelaskan, percepatan juga dilakukan pada berbagai proyek jalan dan jembatan yang menghubungkan kawasan Aceh Tengah dan Gayo Lues. Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat longsor kini dalam tahap penanganan.
Normalisasi sungai dan penguatan tebing juga terus dilakukan secara terpadu guna mengurangi risiko kerusakan berulang. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengendalian aliran sungai. Dengan demikian pemulihan dapat bertahan untuk waktu yang lama.
Tanggul Pengaman Sungai
Masih di Aceh, terutama daerah Gayo Lues, perhatian juga diberikan pada pembangunan tanggul pengaman sungai yang berfungsi melindungi permukiman dan lahan produktif masyarakat. Tingginya intensitas hujan, proyek harus selesai saat musim penghujan tiba.
Di kawasan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Satgas meninjau langsung pembangunan tanggul pengendali banjir, jalan, serta jembatan yang menjadi akses utama masyarakat.
Meski menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan, para pekerja tetap melakukan percepatan hingga malam hari demi menjaga target penyelesaian. Upaya tersebut menjadi bukti komitmen seluruh pihak untuk memastikan aktivitas masyarakat, distribusi logistik, dan mobilitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Makna Ranup dalam Tradisi Masyarakat Aceh 