Catra Cendekia

Guru Besar Diharapkan Jadi Lokomotif Gerakan Pendidikan & Penelitian

catrawarta.com — Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., berharap kepada para guru besar dapat memberikan kontribusi...

Four people stand in a row each holding a dark blue certificate folder smiling for a photo at a university ceremony against a blue banner backdrop
Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, Prof. Dr. Ir. Imam Basuki, MT., IPU., ASEAN Eng., dari Fakultas Teknik dan Prof. Dr. Elisabeth Sundari, S.H., M.Hum., dari Fakultas Hukum. Foto: istimewa

catrawarta.comRektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., berharap kepada para guru besar dapat memberikan kontribusi nyata bagi banyak pihak. Guru besar menjadi lokomotif bagi pergerakan dan dinamika bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Di samping itu, guru besar diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan kualitas akademik yang semakin unggul. 

Pernyataan tersebut disampaikan pada acara penyerahan SK dua guru besar baru Universitas Atmajaya Yogyakarta di Ruang Diskusi, Kampus II, Gedung Thomas Aquinas kemarin. 

SK tersebut diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., kepada Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M. Selanjutnya, SK diserahkan kepada Prof. Dr. Ir. Imam Basuki, MT., IPU., ASEAN Eng., dari Fakultas Teknik dan Prof. Dr. Elisabeth Sundari, S.H., M.Hum., dari Fakultas Hukum. 

UAJY menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan jabatan akademik profesor dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada kesempatan tersebut Prof. Imam Basuki menyatakan terharu dan bangga atas perjalanan panjang yang tidak mudah hingga mencapai jabatan profesor. Pencapaian tersebut tidak mudah karena melalui berbagai tantangan, penolakan, dan proses yang tidak singkat.

“Dari proses ini saya belajar bahwa perjalanan bukan akhir tetapi bagian dari pengetahuan saya. Dalam kehidupan ada sebuah pertentangan, penolakan, kegagalan. Dan yang pasti juga di situlah saya merasa diuji, saya harus kuat, itu bukan jatuh, tapi itu adalah sebuah proses di mana saya harus berani bangkit. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah menjadi bagian dalam perjalanan saya,” ujar Prof. Imam.

Sementara, Prof. Sundari mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas perjalanan yang berhasil dilalui hingga pencapaian yang berhasil diraih. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, rekan kerja, serta institusi yang telah memberikan dukungan selama prosesnya.

“Saya dengan bermodal prinsip ora et labora, jadi saya bekerja dan berusaha semampu kita akhirnya saya bisa sampai pada hari ini. Selain itu, terima kasih juga kepada teman-teman saya yang senior-senior maupun yang junior. Atas dukungannya, atas segalanya sehingga saya juga bisa mencapai apa yang bisa saya capai hari ini. Dan pada kesempatan ini, saya mengajak kepada teman-teman yang mungkin harus menjadi guru besar mari kita mencoba,” ujar Prof. Sundari.

Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., memberikan apresiasi atas bertambahnya jumlah guru besar di UAJY sekaligus menyampaikan pesan bahwa menjadi guru besar bukan sebagai akhir perjalanan akademik, melainkan awal untuk memperluas kontribusi nyata.

Menjadi guru besar justru awal kita memaksimalkan seluruh kemampuan kita untuk meningkatkan kebijakan terhadap diri kita. Kalau tadi di UAJY sudah ada 25 guru besar. Perhari ini dari 7.050 dosen yang guru besar baru 261. Kalau tadi disampaikan target saya tahun 2028 mudah-mudahan bisa sampai 400 guru besar, saya kira make sense,” ujar Prof. Setyabudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *