catrawarta.com — Kampus dengan latar belakang apapun tak boleh menjauh dari seni. Mengapa? Karena, seni memiliki hubungan erat dengan kreativitas dan pembaruan. Setidaknya pendapat tersebut dikemukakan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid.
Ia menyebutkan, ilmuwan atau peneliti yang memiliki kedekatan dengan dunia seni cenderung menghasilkan riset yang lebih berkualitas dan kreatif. Karena seni melatih keberanian melihat kemungkinan baru, berpikir berbeda dan keluar dari pola yang seragam. “Kampus yang ingin melahirkan inovasi jangan menjauh dari seni,” ujar Fathul Wahid saat membuka Festival Seni Pertunjukan Islami 2026 ‘Harmoni untuk Jejak Lestari: Seni sebagai Ruang Merawat Peradaban dan Masa Depan’, Selasa (12/5/2026) di kampus UII di Jalan Kaliurang Km 14 Sleman Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti 11 tim dari 9 fakultas di UII ditambah dari tim rektorat dan tim yayasan.
Kegiatan rutin tahunan ini dimaksudkan untuk mengasah kreativitas dan kepekaan sosial. Pada acara pembukaan dimeriahkan dengan Hadroh Ikatan Keluarga ibu (IKI) UII. Rektor juga ikut bermain dalam festival ini dengan juri Dosen Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab & Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga yang juga pelestari budaya Dr Labibah Zain MLIS, Guru Besar pakar pedalangan UNY Prof Dr Muhammad Mukti dan seniman, musisi dan pelestari Budaya Jawa, Paksi Raras Alit.
Menurut Fathul Wahid, festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ikhtiar membangun ekosistem kampus yang lebih humanis, kreatif dan kolaboratif. Ia kemudian menyebut ada tiga hal yang digarisbawahi dalam pembukaan festival ini. Pertama, visi misi, kedua, kolaborasi dan terakhir terkait inovasi.
Hadir sebagai Bagian Penting
Dalam visi misi UII, menurutnya, seni dan budaya bukan pelengkap, namun hadir sebagai bagian penting dari pembentukan manusia yang utuh. “Namun harus diakui, frasa ‘seni dan budaya’ kadang belum mendapatkan perhatian sebesar bidang-bidang lain,” tandas Fathul, seraya menyebutkan, festival ini menjadi pengingat, kampus tidak hanya tempat mengasah logika, tetapi juga ruang merawat rasa, imajinasi dan ekspresi kemanusiaan.
Menjadi menarik, kolabroasi hadir nyata dalam kegiatan ini. Karena setiap tim menghadirkan unsur pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan. Di sisi lain, seni, kata Fathul, memiliki hubungan erat dengan kreativitas dan pembaruan. Ilmuwan atau peneliti yang memiliki kedekatan dengan dunia seni cenderung menghasilkan riset yang lebih berkualitas dan lebih kreatif
Ini bukan sekadar syarat teknis, tetapi ruang perjumpaan yang sehat. Dengan tema ‘Harmoni untuk Jejak Lestari’ peserta dapat menampilkan kisah dan inovasinya. “Harmoni melambangkan kesadaran keterhubungan dan keselarasan antara manusia dengan sesama, antara ilmu pengetahuan dengan kebijaksanaan, antara kemajuan dengan keadilan serta antara manusia dengan alam,” jelas Ketua Festival Seni Pertunjukan Islami 2026 Arif Wibisono.

BRIN Kenalkan Sistem SWx AI, Prediksi Cuaca Antariksa Cepat & Akurat 