Warta

Perlahan, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Kembali

catrawarta.com — Setelah diterjang bencana luar biasa, geliat ekonomi di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan bangkit. Daerah itu sempat lumpuh total akibat bencana...

Busy market fruit stand with a pile of green avocados in the foreground and shoppers in the background
PASAR: Warga dan pedagang kembali bertransaksi di pasar tradisional setelah sempat lumpuh akibat bencana.(Sumber: puspen kemendagri)

catrawarta.comSetelah diterjang bencana luar biasa, geliat ekonomi di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan bangkit. Daerah itu sempat lumpuh total akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.

Berdasarkan pantauan di lapangan seperti dikutip dari Puspen Kemendagri, aktivitas perdagangan di wilayah tersebut kini kembali berdenyut seiring dengan beroperasinya kembali sejumlah pertokoan dan pasar rakyat.

Pusat perputaran ekonomi masyarakat, seperti pasar tradisional, mulai dipadati warga yang hendak memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak hanya pasar, deretan toko pakaian, pedagang buah, hingga kios sembako yang sebelumnya terendam banjir kini telah beroperasi normal, menciptakan suasana yang kian mendekati kondisi sebelum bencana.

Herman, salah seorang pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, mengungkapkan rasa syukur karena bisa kembali mencari nafkah. Ia mulai berjualan sekitar satu setengah bulan terakhir setelah infrastruktur pasar dibersihkan secara gotong royong oleh pemerintah daerah dan aparat terkait.

“Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal. Sudah sebulan setengah berjualan lagi setelah dibersihkan oleh pemerintah kita,” ujar Herman.

Pasokan Tak Terkendala

Meski lokasi pasar daging di pinggir Sungai Tamiang sempat terdampak parah, Herman memastikan rantai pasokan komoditas pangan tidak lagi menemui kendala. Stok ikan sudah mengalir lancar dari berbagai daerah tetangga untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.

“Pasokan ikan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara, dari Medan juga masuk. Trennya positif, makin hari makin lebih baik,” ujarnya gembira.

Kendati aktivitas perdagangan membaik, ia menaruh harapan besar pada pemerintah untuk segera melakukan rehabilitasi fisik bangunan pasar. Ia mengeluhkan kondisi atap pasar yang rusak parah akibat terjangan banjir tahun lalu, yang menyulitkan pedagang saat cuaca buruk tiba.

“Kalau bisa kami minta digantikan seng-seng ini. Banyak yang hancur dan sudah tidak layak. Kalau hujan, kami jelas kehujanan di dalam pasar,” keluh Herman.

Hasil Bumi Berlimpah

Pemulihan ekonomi juga dirasakan oleh Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang. Setelah absen selama beberapa bulan, ia baru bisa kembali menggelar dagangannya dalam dua bulan terakhir dengan mengandalkan hasil bumi dari petani lokal di desanya, Bandar Pusaka.

“Sekarang jualan ubi, bayam, dan kangkung dari masyarakat di kampung. Awalnya memang sulit karena banyak kebun warga yang rusak diterjang banjir,” tutur Nurlela menceritakan tantangan di masa awal pemulihan.

Kebangkitan ekonomi di Aceh Tamiang ini sejalan dengan data nasional yang dirilis oleh Satgas Penanggulangan Risiko Residu (PRR). Per 27 April 2026, tercatat sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak telah beroperasi secara fungsional, mencakup 114 pasar di Aceh, 56 di Sumatera Utara, dan 26 di Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *