Warta

Gunakan Teknologi Traffic Accident Analysis, Korlantas Polri Olah TKP Tabrakan Kereta

catrawarta.com — Tragedu tabrakan kereta api di Bekasi Timur meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dan 84...

Damaged commuter train on tracks with peeling buildings in a city and a camera on a tripod in the foreground used for surveying
TEKNOLOGI: Olah TKP tabrakan kereta api dan KRL menggunakan peralatan berteknologi tinggi guna mengungkap kejadian secara ilmiah.(Sumber: korlantas polri)

catrawarta.comTragedu tabrakan kereta api di Bekasi Timur meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dan 84 dalam perawatan di rumah sakit. Berbagai pihak menyatakan bela sungkawa.

Kini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mendalam terkait kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Insiden tragis yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam pukul 20.50 WIB tersebut memasuki tahap investigasi teknis untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan. Korlantas menggunakan metode ilmiah untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab kecelakaan.

Berdasarkan keterangannya seperti disampaikan dalam www.korlantas.polri.go.id, tim ahli dari Ditgakkum Korlantas Polri menerjunkan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA). Metode itu untuk merekonstruksi kronologi kejadian secara presisi melalui simulasi digital berbasis data lapangan yang akurat.

Gunakan Peralatan Canggih

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe memaparkan pihaknya menggunakan dua jenis perangkat canggih. Penggunaan alat untuk mendapatkan gambaran visual yang tidak terjangkau oleh pengamatan mata manusia.

”Alat TAA kami ada dua, satu statis dan satu portable. Yang teknologi statis dengan kamera LiDAR serta kamera 360 derajat mampu mendeteksi lingkungan secara menyeluruh. Satunya, teknologi portable memberikan pola helicopter view melalui drone untuk ilustrasi 3 dimensi kualitas 4K,” jelas Kompol Sandhi.

Ia mengungkapkan, data dari pemindaian LiDAR dan drone akan diolah menjadi bukti digital. Rekaman memegang peranan krusial sebagai instrumen hukum yang objektif dalam menentukan titik terang penyebab kecelakaan.

Ditegaskannya, hal itu merupakan alat bukti elektronik yang nantinya digunakan pada proses penyidikan lebih lanjut. Hasilnya juga disuguhkan kepada jaksa penuntut maupun hakim sebagai dasar dalam proses penuntutan dan keputusan hakim.

Keterlibatan Taksi Mogok

Selain aspek teknis perkeretaapian, Korlantas Polri juga menyoroti keterlibatan kendaraan taksi dalam rangkaian peristiwa tersebut. Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen perusahaan transportasi darat yang bersangkutan sebagai langkah pencegahan ke depan.

”Kami dari Ditgakkum dan Ditkamsel akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi. Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut agar standar keselamatan lebih terjaga,” tandas Sandhi.

Tabrakan kereta api dan KRL tercatat menelan korban jiwa sebanyak 14 orang meninggal dunia, sementara 84 korban lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban kini tersebar di delapan rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *