Warta

Trump Netanyahu muncul tiba-tiba di TV Iran, Ajak Rakyat Iran Gulingkan Pemerintahan

catrawarta.com — Stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), dilaporkan mengalami peretasan pada Minggu (1/3/2026). Siaran reguler yang tengah...

Tv iran diretas muncul pidato trrump dan netanyahu berisi propaganda ajak rakyat iran gulingkan pemerintahannya 1 maret 2026
TV Iran diretas, muncul pidato Trrump dan Netanyahu berisi propaganda ajak rakyat Iran gulingkan pemerintahannya, 1 Maret 2026.

catrawarta.comStasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), dilaporkan mengalami peretasan pada Minggu (1/3/2026). Siaran reguler yang tengah berlangsung mendadak terputus dan digantikan dengan potongan pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam tayangan yang beredar luas di media sosial, kedua pemimpin tersebut menyerukan warga Iran untuk bangkit melawan rezim di Teheran. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai pelaku peretasan. Insiden terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, beberapa hari setelah laporan serangan militer yang dikaitkan dengan target strategis Iran.

Siaran resmi IRIB diretas dan digantikan pesan politik dari dua pemimpin negara yang selama ini menjadi rival utama Teheran. Peristiwa terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026, saat siaran berlangsung dari Teheran. Belum ada pernyataan resmi terkait pelaku. Spekulasi berkembang, mulai dari kelompok oposisi hingga dugaan operasi aktor eksternal. Karena IRIB bukan sekadar media, melainkan simbol legitimasi negara. Gangguan terhadap siaran resmi menyentuh aspek psikologis publik dan persepsi kedaulatan informasi. Insiden ini memperlihatkan bahwa ruang siber dan media kini menjadi bagian dari front konflik modern.

Layar sebagai Simbol Kekuasaan

Televisi negara di Iran memiliki fungsi strategis dalam membentuk narasi resmi dan menjaga stabilitas persepsi publik. Peretasan terhadapnya bukan sekadar gangguan teknis, melainkan intervensi simbolik terhadap otoritas negara.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Dr. Rachmat Hidayat, menilai serangan terhadap media negara memiliki dimensi sosial yang signifikan.

“Dalam sistem politik yang sangat mengontrol arus informasi, media negara adalah representasi legitimasi. Ketika layar resmi bisa ditembus, yang terguncang bukan hanya sistem teknologinya, tetapi rasa aman psikologis publik,” ujarnya kepada Catrawarta.

Menurutnya, perang modern tidak lagi semata-mata bersifat militeristik.

“Perang informasi bekerja dengan menciptakan keraguan. Ia tidak selalu menghancurkan fisik, tetapi mengikis kepercayaan. Itu yang membuatnya efektif,” tambahnya.

Perang Persepsi di Era Digital

Insiden ini terjadi saat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam ketegangan tinggi. Dalam konteks tersebut, peretasan media negara dapat dibaca sebagai bagian dari strategi tekanan non-konvensional.

Analis keamanan siber dan geopolitik, Budi Santoso, menyebut serangan semacam ini sebagai bentuk “operasi psikologis digital”.

“Targetnya bukan sekadar infrastruktur, melainkan opini publik. Dengan menampilkan pesan yang mendorong perlawanan internal, pelaku mencoba memanfaatkan ruang informasi sebagai alat delegitimasi,” jelasnya.

Namun dampak sosialnya bisa bergerak dua arah. Ancaman eksternal sering kali justru memperkuat solidaritas internal dan sentimen nasionalisme.

Kedaulatan Narasi yang Dipertaruhkan

Peristiwa ini menunjukkan bahwa konflik kontemporer telah bergeser. Kedaulatan tidak lagi hanya tentang batas wilayah, tetapi juga tentang kendali atas narasi.

Ketika siaran resmi negara bisa dipotong dan digantikan pesan politik dari luar, yang dipertaruhkan bukan hanya keamanan siber, melainkan kepercayaan publik terhadap institusi.

Dalam dunia yang semakin terdigitalisasi, layar televisi dan ruang siber menjadi arena baru perebutan pengaruh. Dan ketika perang memasuki ruang informasi, dampaknya tidak hanya terasa di pusat kekuasaan—tetapi juga di ruang keluarga, di hadapan layar yang selama ini dianggap sebagai suara resmi negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *