Warta

Tak Terpengaruh Konflik Iran-Israel, Kesiapan Haji 2026 Hampir Capai 100%

catrawarta.com — Meski perang di kawasan Timur Tengah antara Iran, Israel dan AS masih berkecamuk, dan belum ada tanda-tanda segera berakhir, namun...

Wakil Menteri Agama Nezar Patria dan aktivis para elit politik di kediamannya Nezar Patria Yogjakarta

catrawarta.comMeski perang di kawasan Timur Tengah antara Iran, Israel dan AS masih berkecamuk, dan belum ada tanda-tanda segera berakhir, namun tak menjadikan penyelenggaraan haji 1447H/2026 M Indonesia mengendor. Justru, kesiapan untuk memberangkatkan jemaah calon haji sudah hampir mencapai 100 persen.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch Irfan Yusuf menyampaikan rasa optimisme, bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini tetap berjalan sesuai jadwal dan tak terpengaruh konflik yang sedang terjadi antara Iran dan Israel. Ia  meminta seluruh jemaah untuk memaksimalkan manasik sebagai bekal utama agar ibadah berjalan tertib, aman dan sesuai syariat.

Saat memberikan pengarahan di Kota Blitar, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Blitar dan Kantor Kementerian Haji setempat atas sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah. “Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadirkan layanan terbaik bagi jemaah, mulai dari pembinaan, pelayanan, hingga perlindungan,” ujar Irfan.

Ia menegaskan, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan layanan haji yang lebih fokus dan terintegrasi. “Kementerian ini hadir untuk memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah, sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke tanah air,” lanjutnya.

Tri Sukses Haji

Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, penyelenggaraan haji bertujuan memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan agar jemaah dapat melaksanakan ibadah sesuai syariat. Hal ini diwujudkan melalui konsep Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual, sukses ekonomi serta sukses keadaban dan peradaban.

Menhaj juga menyampaikan sejumlah penguatan program strategis, antara lain penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas layanan, penyesuaian kuota berbasis daftar tunggu untuk menjamin keadilan serta mendorong ekspor produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi.

Selain itu, pengembangan Kampung Haji juga tengah disiapkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan jemaah yang terintegrasi. Dalam penyelenggaraan haji tahun 1447H/2026M, pemerintah mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”.

Ia juga mengingatkan, kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang dapatkan.  Soal kesiapan penyelenggaraan haji 2026, Menhaj memastikan seluruh aspek layanan telah siap. “Akomodasi di Makkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan. Penerbitan visa juga telah mencapai lebih dari 95%,” jelasnya.

Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan dimulai pada 22 April 2026. Oleh karena itu, pihaknya,  juga telah bekerja sama dengan pihak syarikah di Arab Saudi untuk memastikan kualitas layanan, termasuk distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jemaah saat di embarkasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *