Warta

Rupiah Fluktuatif, Bisa Rp 18.000 per Dolar AS

catrawarta.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tampak fluktuatif. Namun kecenderungannya melemah dan besar kemungkinan tak bisa kembali...

Stacks of rolled dollar bills bound with rubber bands on wooden blocks increasing in height from left to right against a green background growthsavings
KUAT: Ilustrasi dolar AS terus menguat sedangkan rupiah cenderung melemah dan bisa menyentuh di Rp 18.000 per dolar AS.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tampak fluktuatif. Namun kecenderungannya melemah dan besar kemungkinan tak bisa kembali di Bawah Rp 17.000 per dolar AS. Saat tulisan ini dibuat, Kamis (28/5/2026) siang, rupiah berada di Rp 17.850.88.

Pada Kamis pagi, rupiah sempat menyentuh di Rp 17.933.90 kemudian sedikit menguat. Beberapa hari lalu sempat beredar meme rupiah bakal berada pada Rp 17.845.26 sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan Indonesia. Ternyata, sudah melampauinya.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi seperti dikutip kompas.com, mengungkapkan tekanan pada rupiah masoih kuat sehingga terjadi pelemahan. Ia memperkirakan pelemahan akan terus terjadi hingga petang pada penutupan perdagangan.

Sempat menguat setelah menyentuh Rp 17.900, ia menduga pada sesi penutupan perdagangan akan kembali melemah dan menyentuh di angka Rp 17.900 lagi. Menurutnya tekanan terhadap rupiah masih dari eksternal yakni situasi geopolitik global.

Konflik Timur Tengah

Menurut Ibrahim, kondisi geopolitik terutama konflik Timur Tengah yakni serangan AS pada Iran yang kembali terjadi membuat situasi tidak menentu. Selain karena kekhawatiran pada situasi global, konflik tersebut juga berimbas pada krisis energi global.

Pada kondisi internal, ia menilai pelemahan rupiah akibat kebutuhan mata uang dolar AS untuk pembelian minyak. Indonesia masih setia melakukan impor minyak dan pembayarannya tentu menggunakan dolar AS.

Di samping itu, kondisi pelemahan rupiah juga dipicu pembayaran deviden perusahaan. Satu lagi yang juga tak kalah penting yakni jatuh tempo pembayaran utang luar negeri.

Ibrahim tak lupa menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sarat dengan dugaan manajemen amburadul serta Koperasi Desa Merah Putih. Kedua program tersebut juga menjadi penyebab sentimen negatif pasar.

Ia menambahkan, Bank Indonesia tentu berusaha sekuat tenaga untuk menahan laju tekanan terhadap rupiah. Tak ada cara lain, Bank Indonesia terus melakukan intervensi demi stabilnya rupiah.

Kendati demikian, Ibrahim memperkirakan rupiah akan terus melemah dan menyentuh di Rp 18.000 per dolar AS. Hal itu akan terjadi melihat pelemahan rupiah yang terus berlangsung cukup cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *